Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap hidup sehat memang terus tumbuh, tetapi kebutuhan akan panduan latihan yang aman masih besar. Banyak orang masih mencari cara berolahraga yang sesuai kondisi tubuh, mencegah cedera, dan memahami pemulihan dengan benar.
Menjawab kebutuhan itu, ResepGerak ID resmi hadir sebagai platform resep gerak berbasis bukti ilmiah pertama di Indonesia. Inisiatif ini ingin membuat pengetahuan kedokteran olahraga lebih mudah dipahami dan bisa dipakai oleh masyarakat luas, bukan hanya kalangan atlet.
Akses ilmu olahraga yang lebih sederhana
Selama ini, informasi tentang latihan fisik, kebugaran, dan pemulihan cedera kerap tersimpan di jurnal medis atau tersampaikan melalui konsultasi khusus. Kondisi itu membuat banyak orang kesulitan menjangkau penjelasan yang praktis saat ingin mulai aktif bergerak.
ResepGerak ID mencoba menjembatani jarak tersebut dengan menyajikan informasi dalam Bahasa Indonesia yang lebih sederhana dan aplikatif. Platform ini dirancang agar masyarakat dapat memahami manfaat gerak sekaligus batas aman saat beraktivitas fisik.
Isi platform tidak hanya untuk atlet
Konten yang tersedia mencakup panduan pemulihan cedera, program pencegahan cedera, panduan latihan untuk berbagai cabang olahraga, hingga rekomendasi aktivitas fisik bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Pendekatan ini membuat platform tersebut relevan bagi kelompok yang lebih luas.
Selain artikel, platform ini juga menyediakan video tutorial latihan dan body map interaktif. Fitur tersebut membantu pengguna mengenali area tubuh serta jenis latihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Latar belakang dokter tim Olimpiade
Platform ini digagas oleh dr. Antonius Andi Kurniawan atau DokAndi dengan dukungan Eminence Sports Medicine Centre. Pengalamannya di dunia kedokteran olahraga sudah berlangsung lebih dari dua dekade.
DokAndi pernah menjadi dokter tim kontingen Indonesia di tiga Olimpiade, yakni 2012 Summer Olympics, 2016 Summer Olympics, dan 2020 Summer Olympics. Ia juga berperan sebagai Medical Director di sejumlah ajang olahraga besar seperti Jakarta Running Festival dan Borobudur Marathon.
Dalam keterangannya, DokAndi menyoroti kesenjangan akses terhadap ilmu olahraga berbasis sains. “Selama bertahun-tahun, saya melihat atlet terbaik Indonesia mendapat akses ke science based training, injury prevention, dan recovery protocols,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jutaan orang yang ingin mulai hidup aktif sering belum memahami cara berlatih atau menangani cedera dengan tepat. Kelompok itu mencakup ibu rumah tangga, pekerja kantoran dengan keluhan fisik, lansia, hingga pelari amatir.
Dukungan dari kalangan dokter spesialis
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Muh Ikhwan Zein, menilai kehadiran platform seperti ini penting untuk memperluas edukasi kesehatan. Ia menekankan bahwa jumlah dokter spesialis kedokteran olahraga di Indonesia masih terbatas.
Menurutnya, ResepGerak.ID dapat membantu memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat. Ia menyebut peluncuran platform itu sejalan dengan misi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pengetahuan gerak berbasis bukti ilmiah.
Manfaat juga dirasakan lansia
Pengalaman pengguna lansia ikut memberi gambaran bahwa aktivitas fisik tetap penting di berbagai usia. Pembina Yayasan Alzheimer Indonesia, Yaya Suharya, menyampaikan bahwa dirinya tetap rutin bergerak sesuai arahan DokAndi.
“Di usia saya yang sudah 97 tahun, saya tetap rutin bergerak sesuai arahan DokAndi. Dengan aktivitas ini, saya merasa sehat, bugar, dan mandiri, serta yang paling penting mengurangi risiko jatuh,” katanya.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa edukasi olahraga tidak berhenti pada performa atlet. Informasi yang tepat justru bisa membantu masyarakat tetap aktif, aman, dan mandiri sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Ke depan, ResepGerak ID diharapkan menjadi jembatan antara ilmu kedokteran olahraga dan kebutuhan harian masyarakat. Platform ini menempatkan pengetahuan gerak sebagai sesuatu yang bisa diakses lebih luas, sehingga manfaat olahraga tidak lagi hanya dinikmati atlet, tetapi juga orang-orang yang ingin hidup lebih aktif dengan cara yang aman dan terukur.
Source: www.viva.co.id