Kiper Leo Navacchio resmi meninggalkan Persik Kediri setelah dua musim menjadi bagian penting di bawah mistar gawang Macan Putih. Kiper asal Brasil itu memilih kembali ke negaranya dan menyampaikan pesan perpisahan yang bernada emosional kepada klub, kota Kediri, dan para pendukung Persik.
Selama membela Persik, pemain berusia 33 tahun tersebut mencatat 56 pertandingan, 13 clean sheet, dan 84 kali kebobolan. Catatan itu menunjukkan betapa besar beban yang ia tanggung sebagai penjaga gawang utama dalam situasi kompetitif yang tidak selalu mudah.
Kalimat perpisahan yang disampaikan Leo
Dalam pesan perpisahannya, Leo menyebut 56 pertandingan yang ia jalani dengan seragam ungu sebagai bagian dari perjuangan yang tidak sederhana. Ia menegaskan bahwa membela Persik dan Kota Kediri memberinya banyak pengalaman yang membentuk perjalanan kariernya di Indonesia.
"Saya pernah menjadi sosok penting. Pernah gagal, pernah mendapat kasih sayang, dan juga tuntutan," ujarnya dalam perpisahan itu. Ia juga menyebut bahwa pada saat-saat tersulit klub, dirinya selalu berusaha hadir untuk membantu dengan cara apa pun.
Sudah berpamitan usai laga terakhir
Keputusan Leo untuk hengkang sejatinya sudah ia sampaikan dua hari setelah laga pamungkas Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan Persik di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada pertandingan itu, Persik kalah 0-5 dari Bajul Ijo.
Setelah laga tersebut, Leo menutup kebersamaan panjangnya dengan tim yang telah dibelanya selama dua musim. Sikap itu menandai berakhirnya peran salah satu sosok yang cukup dikenal di skuad Persik sepanjang kompetisi.
Ucapan terima kasih untuk Kediri
Dalam pernyataan lanjutannya, Leo menegaskan bahwa Kediri tetap memiliki tempat khusus di hatinya. Ia menyebut sambutan hangat dari manajemen, tim pelatih, rekan setim, hingga suporter membuat dirinya dan keluarga merasa diterima selama tinggal di kota tersebut.
"Saya akan selalu mengingat kemenangan di Brawijaya. Kasih sayang yang saya dan keluarga saya terima," kata Leo. Ia menambahkan bahwa orang-orang baik yang ia temui di klub dan kota itu akan selalu ia simpan dalam ingatan.
Jejak Leo di Persik
Dengan postur 1,92 meter, Leo dikenal sebagai kiper yang menghadapi tekanan besar di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Selama berkarier di Tanah Air, ia mengaku merasakan langsung dinamika emosi yang hadir dari hasil pertandingan, tuntutan, hingga apresiasi dari lingkungan sekitar.
Menutup perpisahannya, Leo menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh elemen yang pernah mendukungnya di Persik. "Sudah tiba waktunya bagi saya untuk mengucapkan perpisahan dengan klub ini yang akan selalu terkenang dalam ingatan saya," ujarnya.
Source: www.beritasatu.com