Kevin Diks memberi sorotan positif kepada Mathew Baker menjelang laga Timnas Indonesia melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Bek Garuda itu menilai pemain 17 tahun tersebut punya potensi besar untuk berkembang dan bersaing di level internasional.
Baker menjadi salah satu dari 23 pemain yang dipanggil pelatih John Herdman untuk dua laga persahabatan FIFA pada Juni, termasuk duel kontra Oman pada Jumat, 5 Juni, dan Mozambik pada Selasa, 9 Juni. Kehadiran pemain muda Melbourne City itu langsung menarik perhatian karena ini menjadi panggilan perdananya ke tim senior.
Apresiasi dari Kevin Diks
Dalam jumpa pers prapertandingan di SUGBK, Kamis, 4 Juni, Diks menilai Baker menunjukkan kualitas yang membuatnya layak dipercaya. Ia menyebut pengamatan awal terhadap Baker sejalan dengan penilaian tim pelatih.
“Sejak hari-hari pertama saya sudah melihat apa yang dilihat pelatih. Potensinya besar dan usianya masih sangat muda,” ujar Kevin Diks.
Pernyataan itu memperlihatkan dukungan Diks terhadap proses pembinaan pemain muda di skuad Garuda. Di saat yang sama, ia juga menekankan bahwa Baker masih berada di tahap awal dalam menapaki level tertinggi sepak bola internasional.
Ingatan Diks Saat Memulai Karier
Kehadiran Baker di tim senior juga membawa Diks kembali mengingat masa awal kariernya. Saat menembus sepak bola profesional bersama Vitesse di Eredivisie, Diks juga masih berusia sekitar 17 tahun.
Ia memahami tantangan yang dihadapi pemain muda di usia tersebut, tetapi menilai Baker punya pencapaian yang lebih besar karena sudah mendapat kesempatan bersama tim nasional senior. Menurut Diks, debut di klub dan debut di tim nasional memiliki tingkat tekanan yang berbeda.
“Ketika saya menembus sepak bola profesional, usia saya juga sekitar 17 tahun, jadi saya bisa memahami situasinya. Namun bermain untuk tim nasional lebih besar daripada sepak bola klub. Saya mencoba membantunya semampu saya,” kata Diks.
Peran Mentor di Skuad Garuda
John Herdman memberi peran khusus kepada Kevin Diks untuk mendampingi Baker selama bergabung dengan tim. Keputusan itu didasarkan pada kesamaan posisi keduanya di lini belakang dan pengalaman Diks bermain di kompetisi Eropa, termasuk Bundesliga bersama Borussia Moenchengladbach.
Pendekatan ini diharapkan bisa membantu Baker beradaptasi lebih cepat dengan kebutuhan permainan tim senior. Kehadiran sosok yang lebih berpengalaman juga bisa memudahkan pemain muda memahami ritme latihan dan tuntutan pertandingan internasional.
Berikut gambaran singkat profil Mathew Baker yang tercantum dalam data referensi:
| Profil | Detail |
|---|---|
| Nama | Mathew Baker |
| Usia | 17 tahun |
| Klub asal | Melbourne City, Australia |
| Posisi | Pemain bertahan |
Meski memberi dukungan terbuka, Diks tetap menjaga agar Baker tidak terbebani ekspektasi berlebihan. Ia mengaku sudah beberapa kali berbicara dengan juniornya itu, namun memilih tetap berhati-hati dalam memberi arahan.
“Saya sudah beberapa kali berbicara dengannya, tetapi saya juga tidak ingin memberinya terlalu banyak tekanan,” ujar Diks.
Kehadiran Baker di skuad senior bersama bimbingan Diks menjadi salah satu cerita menarik jelang laga Indonesia kontra Oman. Situasi ini menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak hanya menyiapkan pertandingan, tetapi juga mulai memberi ruang bagi pemain muda untuk belajar langsung dari level tertinggi.
Source: mediaindonesia.com