Megawati Hangestri Kembali ke V-League, Rahasia Adaptasi Cepat di Korea Terungkap

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea Selatan langsung menarik perhatian publik voli Tanah Air. Pevoli asal Jember itu akan kembali tampil di V-League setelah Hyundai Hillstate menunjuknya sebagai pemain kuota Asia untuk musim 2026/2027.

Keputusan itu sekaligus menutup spekulasi yang sebelumnya mengaitkan Megawati dengan Red Sparks. Hyundai Hillstate memilihnya setelah menilai Megatron masih punya kapasitas besar untuk menambah daya gedor lini serang tim asal Suwon tersebut.

Perekrutan yang tidak berjalan mulus

Minat Hyundai Hillstate terhadap Megawati sebenarnya sudah muncul sejak lama. Klub itu melihat performanya sebagai modal penting setelah ia tampil impresif selama dua musim bersama Red Sparks.

Namun, proses menuju kesepakatan tidak berlangsung sederhana. Kondisi lutut Megawati sempat menjadi perhatian serius manajemen sebelum klub mengambil keputusan akhir.

Untuk memastikan semuanya aman, Hyundai Hillstate bahkan mengirim pelatih Kang Sung-hyung langsung ke Indonesia. Langkah itu dilakukan agar kondisi fisik Megawati bisa dipantau secara langsung sebelum kontrak disepakati.

Pertemuan tersebut berjalan positif dan membuat klub semakin mantap merekrut pemain berusia 25 tahun itu. Dari sana, peluang Megawati kembali ke Korea Selatan pun semakin terbuka lebar.

Alasan menerima tantangan bermain di Korea

Dalam wawancara di kanal YouTube ASEAN-Korea Centre, Megawati pernah menjelaskan alasan awal dirinya menerima tawaran bermain di Korea Selatan. Ia menyebut peluang itu datang melalui skema Asia Draft dan dinilai sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman.

“Ada Asia draft ya, pertama kali di Korea dan agen aku ngasih tawaran,” ujarnya dalam kutipan yang disampaikan di kanal tersebut. Megawati mengaku sempat ragu karena durasi kompetisi yang panjang dan mengharuskannya jauh dari Indonesia.

Keraguan itu akhirnya terjawab setelah mendapat dorongan dari keluarga, terutama sang ibu. Dengan restu tersebut, Megawati memilih mencoba peruntungan di Liga Voli Korea meski saat itu ia belum merasa percaya diri bisa terpilih.

Ia sempat pesimis karena persaingan datang dari banyak negara, termasuk Thailand yang dinilainya punya reputasi kuat di level Asia. Namun namanya justru muncul dan membuka jalan untuk berkarier di Korea.

Rahasia cepat beradaptasi di Korea

Megawati juga bercerita soal proses penyesuaian diri di lingkungan baru. Menurutnya, tidak ada cara khusus yang ia lakukan, tetapi kebiasaan dirinya yang suka berbicara dengan orang lain sangat membantu proses adaptasi.

Ia menilai pendekatan santai dalam keseharian membuat hubungan dengan rekan setim cepat terjalin. Dari kebiasaan itu, ia lebih mudah akrab dan merasa nyaman selama tinggal di Korea Selatan.

Adaptasi fisik menjadi tantangan lain yang harus ia hadapi. Megawati mengakui latihan di Korea terasa jauh lebih padat dan berat dibanding yang biasa ia temui di kawasan Asia Tenggara.

“Awal aku di sini kaget, wah berat banget ya,” katanya saat menjelaskan perbedaan intensitas latihan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tubuhnya akhirnya terbiasa setelah melalui proses yang berulang.

Latihan pramusim jadi fase paling berat

Dari seluruh pengalaman yang ia jalani di Korea, Megawati menyebut masa pramusim sebagai periode paling menguras tenaga. Fase itu berlangsung sebelum V-League dimulai, dengan beban latihan yang terus menumpuk pada Juli, Agustus, dan September.

Ia menggambarkan hari-hari pada periode tersebut sebagai bagian terberat selama berada di Korea. Untuk menjaga kondisi mental, Megawati memilih memanfaatkan waktu libur dengan berjalan-jalan agar pikirannya kembali segar.

Kebiasaan itu membantunya melewati jadwal latihan yang padat dan ritme kompetisi yang tinggi. Di sisi lain, ia juga melihat perubahan positif pada kondisi fisiknya selama berkarier di Korea Selatan.

Dampak besar bagi fisik dan permainan

Megawati menilai latihan dan kehidupan di Korea membuat tubuhnya berkembang lebih baik. Ia merasa massa ototnya bertambah dan kondisi fisiknya menjadi lebih fit dibanding sebelumnya.

Selain fisik, kualitas permainannya juga ikut meningkat selama berkompetisi di sana. Megawati menyebut dirinya bisa mengembangkan kemampuan yang sebelumnya belum sepenuhnya muncul saat bermain di level lain.

Pengalaman itu membuat kembalinya Megawati ke V-League bukan sekadar perpindahan klub. Langkah ini juga menjadi kelanjutan dari proses panjang yang sempat dimulai dari rasa ragu, lalu berubah menjadi kepercayaan diri setelah ia membuktikan diri mampu beradaptasi di salah satu liga voli paling kompetitif di Asia.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version