
Sorotan media Oman atas kekalahan 0-3 dari Timnas Indonesia muncul karena hasil itu terasa pahit bagi pelatih baru Tarik Sektioui. Laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (5/6/2026) itu langsung menjadi bahan pembicaraan di kawasan Timur Tengah karena Oman gagal menjaga reputasi mereka pada debut internasional sang pelatih.
Indonesia tampil efektif sejak awal dan menekan lawan dengan tempo tinggi. Justin Hubner membuka skor pada menit ke-13, Ole Romeny menambah keunggulan pada menit ke-28, lalu Ragnar Oratmangoen menuntaskan kemenangan pada menit ke-56.
Debut yang langsung mendapat sorotan
Kekalahan ini terasa lebih berat karena menjadi pertandingan pertama Sektioui bersama Oman setelah menggantikan Carlos Queiroz. Meski sudah memiliki waktu persiapan beberapa bulan, media Oman menilai hasil dan performa tim tetap jauh dari harapan.
Oman Observer menulis bahwa pelatih kepala baru Oman memulai kiprahnya dengan kurang memuaskan saat timnya kalah 3-0 dari Indonesia dalam laga persahabatan internasional di Jakarta. Penilaian itu memperlihatkan betapa besar ekspektasi publik Oman terhadap perubahan di kursi pelatih.
Peringatan sebelum laga ternyata terbukti
Jauh sebelum pertandingan dimulai, media Oman sebenarnya sudah menyoroti perkembangan pesat Timnas Indonesia. Al Watan menekankan bahwa skuad Garuda menunjukkan level teknik yang baik dalam kualifikasi Piala Dunia terakhir dan sempat mencapai babak playoff.
Peringatan itu makin relevan setelah Indonesia tampil dominan di GBK. Status Indonesia yang dulu kerap dipandang sebelah mata kini berubah menjadi lawan yang sulit diremehkan di Asia.
Naturalisasi dan kedalaman skuad jadi sorotan
Al Watan juga menyoroti perubahan besar dalam kekuatan Indonesia yang tidak lepas dari program naturalisasi pemain berkualitas. Nama-nama seperti Emil Audero, Justin Hubner, Elkan Baggott, Joey Pelupessy, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen disebut memberi kontribusi penting bagi keseimbangan tim.
Kolaborasi pemain lokal dan pemain berpengalaman membuat Indonesia terlihat lebih solid dalam bertahan maupun menyerang. Kondisi itu ikut menjelaskan mengapa Oman kesulitan keluar dari tekanan sepanjang laga.
Dampak ke peringkat FIFA dan modal menuju agenda besar
Kemenangan atas Oman tidak hanya menutup penantian panjang Indonesia untuk kembali menang atas lawan tersebut, tetapi juga mendongkrak peringkat FIFA secara signifikan. Sebelum kickoff, Oman berada di posisi ke-79 dunia dan Indonesia di urutan ke-122, lalu tambahan poin dari laga ini membuat Indonesia naik ke posisi provisional 118 dunia.
Hasil tersebut juga memperkuat kepercayaan diri tim Merah Putih dalam menatap agenda jangka panjang, termasuk persiapan menuju Piala Asia 2027. Bagi Oman, pertandingan ini justru menjadi pengingat bahwa perubahan di level pelatih belum otomatis menghadirkan hasil instan, terutama ketika menghadapi Indonesia yang kini tampil dengan struktur permainan lebih matang dan skuad yang semakin kompetitif.
Source: www.suara.com








