Serena Williams Kembali Di Queen’s Club, Gandeng Victoria Mboko Dan Ukir Rekor Baru

Serena Williams kembali menjadi sorotan setelah dipastikan tampil lagi di tur WTA melalui nomor ganda di HSBC Championships, Queen’s Club, London. Kembalinya petenis dengan 23 gelar Grand Slam tunggal itu terjadi hampir empat tahun setelah terakhir kali ia bermain di kompetisi profesional.

Serena tidak turun di sektor tunggal, tetapi langsung dipasangkan dengan petenis muda Kanada, Victoria Mboko, lewat fasilitas wild card. Laga ini menjadi awal baru bagi Serena sekaligus peluang langka bagi Mboko untuk berbagi lapangan dengan salah satu ikon terbesar dalam sejarah tenis.

Momen comeback di Queen’s Club

Serena menyebut Queen’s Club sebagai tempat yang tepat untuk membuka babak berikutnya dalam kariernya. Dalam pernyataannya yang dikutip dari laman resmi WTA, ia menilai lapangan rumput punya makna khusus karena menghadirkan banyak momen berkesan sepanjang perjalanannya.

"Queen’s Club terasa seperti tempat yang sempurna untuk memulai babak selanjutnya ini," ujar Serena. Ia juga menegaskan rasa senangnya bisa kembali bertanding di salah satu panggung paling ikonik di dunia olahraga.

Turnamen Queen’s Club sendiri punya nilai tersendiri karena termasuk ajang yang belum pernah dijajal Serena selama karier panjangnya. Kompetisi ini baru kembali masuk kalender WTA pada 2025 setelah absen lebih dari setengah abad.

Pasangan dengan Victoria Mboko

Kehadiran Victoria Mboko membuat comeback Serena terasa semakin menarik. Mboko mengaku tetap berkomunikasi dengan Serena selama masa rehat sang legenda dan menyebut dukungan itu sangat berarti baginya.

"Saya dan Serena tetap berhubungan, yang sangat, sangat menyenangkan, karena saya sangat mengaguminya," kata Mboko saat ditemui di Roland Garros pekan lalu. Ia juga menyebut fakta bahwa Serena mengenalnya saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

Bagi Mboko, kesempatan satu lapangan dengan Serena bukan sekadar momen pertandingan biasa. Kolaborasi ini mempertemukan pengalaman panjang Serena dengan semangat petenis muda yang sedang naik daun di level internasional.

Langsung diuji lawan unggulan

Comeback Serena tidak datang dengan jalur yang mudah karena ia langsung menghadapi tantangan berat pada babak pertama. Bersama Mboko, pasangan ini dijadwalkan menantang unggulan ketiga, Nicole Melichar-Martinez dan Erin Routliffe.

Laga tersebut menambah perhatian publik karena Serena kembali bersaing setelah lama absen dari tur kompetitif sejak 2022. Meski begitu, rekam jejaknya di nomor ganda tetap membuatnya dihormati sebagai salah satu petenis paling sukses dalam sejarah.

Serena mengoleksi 22 gelar ganda bersama Venus Williams. Catatan itu termasuk rekor sempurna 14-0 di final Grand Slam, yang menegaskan betapa kuatnya posisi Serena di sektor ganda.

Comeback paling tua di WTA

Kembalinya Serena juga mencatatkan sejarah baru di WTA. Pada usia 44 tahun, ia resmi menjadi mantan petenis peringkat 1 dunia tertua yang kembali bermain setelah sempat menyatakan pensiun.

Rekor itu melampaui Martina Navratilova, yang melakukan comeback pada usia 43 tahun pada 2000. Pencapaian ini menambah daftar panjang catatan penting Serena, yang kini juga dikenal sebagai ibu dari dua putri.

Sebelum rehat, penampilan kompetitif terakhir Serena terjadi di US Open 2022 di Stadion Arthur Ashe. Saat itu, ia menyingkirkan Danka Kovinic dan unggulan kedua Anett Kontaveit sebelum kalah dari Ajla Tomljanovic di babak ketiga lewat pertarungan tiga set 7-5, 6-7(4), 6-1.

Kini, 31 tahun setelah debut profesionalnya di Quebec City saat berusia 14 tahun, Serena kembali menulis babak baru dalam karier yang sudah membentuk wajah tenis modern. Kehadirannya di Queen’s Club bersama Victoria Mboko menandai kombinasi pengalaman dan regenerasi yang menjadi pusat perhatian di tur WTA.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version