
Pelatih ganda putra utama, Antonius Budi Ariantho, memastikan dua pasangan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tidak akan tampil di Australia Open 2026. Keputusan itu diambil dengan alasan berbeda, mulai dari evaluasi performa hingga pemulihan kondisi fisik.
Bagi Fajar/Fikri, absennya mereka terkait evaluasi setelah hasil yang belum memenuhi target di Indonesia Open 2026. Sementara itu, Raymond/Joaquin diprioritaskan untuk pemulihan agar tidak mengambil risiko cedera setelah jadwal turnamen yang padat.
Fokus Fajar/Fikri bergeser ke turnamen prioritas
Anton menyebut Fajar/Fikri akan diarahkan untuk memperbaiki performa setelah terhenti pada babak pertama Indonesia Open 2026. Menurut dia, hasil itu belum sesuai dengan target yang sudah ditetapkan tim.
Ia juga menegaskan Australia Open 2026 bukan agenda utama pasangan tersebut pada periode ini. Fokus mereka kini diarahkan ke turnamen yang dianggap lebih besar, termasuk Kejuaraan Dunia dan Asian Games.
“Setelah melalui diskusi dengan tim pendukung, saya memutuskan menarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026,” kata Anton. Ia menambahkan bahwa langkah itu diambil agar persiapan menuju agenda berikutnya bisa berlangsung lebih optimal.
Raymond/Joaquin diberi waktu pemulihan
Keputusan berbeda berlaku untuk Raymond/Joaquin, yang sebelumnya mencapai final Indonesia Open 2026. Anton menilai waktu istirahat mereka terlalu singkat jika langsung kembali bertanding di Australia.
Kondisi Raymond menjadi perhatian khusus karena ia baru pulih dari cedera lutut. Menurunkan pasangan itu di turnamen berikutnya dinilai bisa meningkatkan risiko cedera kambuh.
“Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia punya risiko cederanya kambuh,” ujarnya.
PBSI pilih langkah hati-hati
Keputusan menarik dua pasangan ini menunjukkan PBSI memilih pendekatan yang lebih terukur dalam menyusun jadwal ganda putra. Langkah tersebut menempatkan kondisi pemain dan kebutuhan evaluasi performa sebagai pertimbangan utama.
Di sisi lain, Indonesia Open tetap dipandang sebagai ajang penting bagi PBSI, sementara Australia Open tidak masuk program turnamen utama pada periode ini. Dengan begitu, perhatian tim bisa diarahkan ke persiapan yang lebih relevan untuk target besar berikutnya.
Source: www.medcom.id








