Dunia olahraga kembali menyajikan tiga kisah yang menyita perhatian pembaca, mulai dari aktivitas Megawati Hangestri di luar lapangan voli, pencapaian bersejarah Michael Phelps, hingga petinju Abel Mendoza yang mulai mendekati rekor sempurna Floyd Mayweather Jr. Ketiganya menampilkan sisi berbeda dari olahraga, yakni popularitas atlet, warisan prestasi, dan ambisi untuk menembus batas rekor.
Megawati menjadi sorotan bukan hanya karena kiprahnya sebagai andalan Timnas Voli Putri Indonesia, tetapi juga karena aktivitas lain yang jarang diketahui publik. Sementara itu, nama Phelps kembali dibicarakan karena delapan emas di Olimpiade Beijing 2008 masih menjadi salah satu tonggak terbesar dalam sejarah Olimpiade.
Profesi Megawati Hangestri di luar sorotan voli
Megawati Hangestri Pertiwi sudah lama dikenal sebagai salah satu atlet voli paling menonjol dari Indonesia. Lahir pada 20 September 1999, ia mengukuhkan reputasinya lewat kontribusi bersama tim nasional dan performa konsisten saat bermain di level internasional.
Popularitasnya melonjak ketika memperkuat Daejeon CheongKwanJang Red Sparks di V-League Korea Selatan. Permainan stabilnya membuat publik voli menjulukinya “Megatron”, sebuah sebutan yang mencerminkan daya ledak serangannya di lapangan.
Sorotan terhadap Megawati kembali menguat setelah publik mengetahui bahwa ia memiliki aktivitas lain di luar dunia voli. Hal itu memancing banyak reaksi di media sosial, termasuk pujian atas kemampuannya menjaga keseimbangan antara karier profesional dan kehidupan pribadi.
Sebagian netizen bahkan menggambarkannya seperti sosok eksekutif sukses yang menjalani peran sebagai atlet. Respons tersebut menunjukkan bahwa figur atlet modern kini kerap dinilai bukan hanya dari prestasi olahraga, tetapi juga dari citra dan aktivitas mereka di luar arena.
Di sisi karier, Megawati juga memasuki babak baru bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate untuk musim 2026-2027. Klub juara Liga Voli Korea Selatan itu memproyeksikan Megawati sebagai kekuatan utama di sektor serangan bersama pemain asal Amerika Serikat, Jordan Wilson.
Michael Phelps dan rekor yang tetap abadi
Nama Michael Phelps masih sangat kuat ketika membicarakan atlet Olimpiade tersukses sepanjang masa. Perenang Amerika Serikat itu meninggalkan jejak yang sulit disaingi lewat performa luar biasa pada Olimpiade Beijing 2008.
Pada ajang tersebut, Phelps meraih delapan medali emas dalam satu edisi Olimpiade. Catatan itu mematahkan rekor milik Mark Spitz, yang sebelumnya mengoleksi tujuh emas pada Olimpiade Munich 1972.
Medali emas kedelapan diraih Phelps saat membantu tim Amerika Serikat memenangkan nomor estafet 4×100 meter gaya ganti putra. Momen itu mempertegas statusnya sebagai perenang paling dominan dalam sejarah Olimpiade modern.
Prestasi tersebut juga menegaskan bahwa batas kemampuan atlet bisa terus terdorong lebih jauh. Rekor yang bertahan selama 36 tahun akhirnya runtuh, dan Phelps pun kian kukuh dikenang sebagai simbol konsistensi, kerja keras, dan dominasi di level tertinggi.
Abel Mendoza mulai mendekati bayang-bayang rekor Mayweather
Di dunia tinju, Floyd Mayweather Jr tetap menjadi tolok ukur kesempurnaan dengan rekor 50 kemenangan tanpa kalah. Selain menyelesaikan karier profesional tanpa kekalahan, Mayweather juga mencatat 27 kemenangan knockout dan sembilan gelar juara dunia di berbagai kelas.
Kini, perhatian mulai mengarah kepada Abel Mendoza asal Texas. Petinju ini memiliki rekor 44 kemenangan tanpa kekalahan dan 32 di antaranya diraih lewat knockout.
Catatan itu membuat Mendoza masuk dalam deretan petinju aktif dengan rekor tak terkalahkan yang sangat menonjol. Dalam laga terbarunya di Dallas, Texas, ia mengalahkan Javier Rodriguez dan merebut sabuk WBA-NABA.
Usianya yang masih 30 tahun juga memberi ruang bagi Mendoza untuk terus menambah kemenangan. Jalan menuju 50-0 memang masih panjang, tetapi konsistensi performanya membuat namanya mulai dipandang sebagai ancaman potensial bagi rekor sakral milik Mayweather.
Jika tren itu bertahan, Mendoza tidak hanya berpeluang menambah daftar gelar dan kemenangan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu petinju yang paling diperhitungkan dalam persaingan tinju dunia saat ini.
Source: www.viva.co.id