
Megawati Hangestri kembali menjadi sorotan di Korea Selatan karena namanya terus masuk radar klub-klub V-League. Agen voli Korea, Chris Kim, menyebut ada sejumlah alasan yang membuat pevoli asal Indonesia itu tetap diperebutkan, meski proses transfer kuota Asia berlangsung ketat.
Persaingan untuk mendapatkan Megawati tidak hanya datang dari satu klub. Red Sparks dan Hyundai Hillstate sama-sama disebut sempat mengincar jasanya, sebelum akhirnya pilihan beralih ke skuad yang berbeda.
Megawati Jadi Rebutan di Bursa Kuota Asia
Dalam lanskap V-League, kuota pemain asing Asia selalu menjadi ruang persaingan yang menarik. Megawati tampil sebagai salah satu nama yang paling sering dibicarakan karena performanya menarik perhatian banyak klub di Korea Selatan.
Chris Kim menjelaskan bahwa Megawati memiliki nilai lebih dibanding sekadar reputasi sebagai pemain asing. Ia menilai faktor teknis, karakter, dan pengaruh di ruang ganti membuat Megawati terasa spesial di mata klub-klub Korea.
Alasan Klub Korea Sulit Melepas Minat
Chris Kim menyoroti kemampuan Megawati yang sudah terbukti selama dua musim terakhir di V-League. Menurut dia, Megawati datang ke liga itu saat masih muda dan langsung menunjukkan kualitas yang menonjol.
Selain kemampuan bermain, Megawati juga dinilai mudah beradaptasi dengan lingkungan tim. Hubungannya dengan para pemain lokal Korea disebut sangat baik dan itu ikut memperkuat daya tariknya di mata klub.
“Megawati datang ke V-League di usia muda, ia telah menunjukkan kemampuan luar biasa selama dua tahun terakhir,” kata Chris Kim lewat kanal YouTube Mega Volley. Ia juga menambahkan bahwa Megawati punya relasi yang kuat dengan pemain Korea di timnya.
Bukan Hanya Soal Serangan
Daya tarik Megawati tidak berhenti pada kemampuan menyerang. Chris Kim menyebut pemain yang akrab disapa Megatron itu punya pengaruh besar saat tim sedang berada dalam kondisi sulit.
Menurut dia, Megawati mampu mengangkat mental rekan setim ketika kepercayaan diri mereka menurun. Ia juga dianggap mendorong pemain Korea untuk lebih berani ketika mereka sedang ragu.
“Megawati juga memiliki fisik dan mental yang sangat kuat, termasuk saat tim sedang menghadapi kesulitan,” ujar Chris Kim. Ia menilai karakter itu membuat Megawati sangat disukai oleh pemain voli Korea.
Red Sparks Pernah Ingin Memulangkan Megawati
Sebelum akhirnya bergabung dengan Hyundai Hillstate, Megawati sempat dibahas untuk kembali ke Red Sparks. Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, disebut sudah lebih dulu menghubungi Megawati untuk membicarakan kemungkinan reuni.
Kontak itu terjadi pada Januari 2026 dan sempat diunggah oleh akun Instagram Jakarta Pertamina Enduro. Namun, rencana tersebut tidak berlanjut karena Ko Hee-jin ragu dengan kondisi cedera lutut yang saat itu dialami Megawati.
“Red Sparks juga menginginkan Megawati, namun karena khawatir dengan cedera lututnya, mereka akhirnya mengontrak pemain asal China Zhong Hui,” kata Chris Kim. Setelah itu, Ko Hee-jin bahkan terbang ke Shanghai untuk memantau Zhong Hui sebelum resmi merekrutnya.
Pada akhirnya, Red Sparks memang memilih Outside Hitter asal China itu untuk kuota Asia. Keputusan tersebut sekaligus menutup peluang reuni dengan Megawati, meski minat terhadap pemain Indonesia itu sempat sangat kuat.
Hyundai Hillstate Ikut Bergerak Cepat
Hyundai Hillstate kemudian menjadi klub yang berhasil mendapatkan Megawati. Langkah itu membuat nama Megawati kembali ramai dibahas di media Korea Selatan karena persaingan dua klub besar untuk jasanya memang berlangsung ketat.
Situasi ini juga memperlihatkan betapa tingginya nilai Megawati di pasar V-League. Bagi klub-klub Korea, ia bukan hanya pemain dengan kualitas serang yang kuat, tetapi juga sosok yang dinilai bisa membawa dampak positif bagi keseluruhan tim.
Source: www.viva.co.id








