Patty Mills Cetak 36 Poin, Tenerife Tumbang Lagi dari Barca dan Terancam Tersingkir

La Laguna Tenerife kini berada di ujung tanduk setelah kalah 97-89 dari Barca pada gim kedua semifinal Liga Endesa. Hasil itu membuat tim asuhan Txus Vidorreta tertinggal 2-0 dalam agregat dan harus menghadapi tekanan besar untuk menjaga peluang ke final.

Pertandingan di Palau itu memperlihatkan dua wajah La Laguna Tenerife. Mereka sempat tampil agresif, memimpin kuarter pertama, dan bahkan mendapat pujian dari Vidorreta atas cara bermain mereka sepanjang laga.

Patty Mills menjadi motor utama perlawanan dengan torehan 36 poin. Namun, kontribusi besar itu belum cukup untuk menahan bangkitnya Barca yang mulai menguasai pertandingan pada kuarter berikutnya.

Barca unggul di detail penting

Barca membalikkan keadaan lewat keunggulan fisik dalam perebutan bola pantul dan efisiensi di garis tembakan bebas. Kombinasi itu membuat tuan rumah mampu menjaga kontrol saat La Laguna Tenerife mulai kesulitan menjaga akurasi.

Vidorreta menyebut timnya sebenarnya masih mampu mengimbangi permainan Barca di lapangan. Bahkan, ia menilai timnya unggul dalam permainan terbuka dengan skor 75-77, meski hasil akhir justru berpihak kepada tuan rumah.

Masalah terbesar La Laguna Tenerife muncul pada kuarter kedua. Mereka gagal memanfaatkan empat tembakan tiga angka yang dilepaskan tanpa kawalan, padahal momen itu bisa menjaga jarak skor agar tidak melebar sebelum turun minum.

Menurut Vidorreta, kegagalan itu menjadi pembeda saat menghadapi Barca di Palau. Ia menilai timnya setidaknya perlu memasukkan satu atau dua tembakan untuk mencegah defisit sepuluh poin di akhir babak pertama.

Protes, cedera, dan rasa frustrasi

Ketegangan sempat meningkat ketika Vidorreta dikeluarkan dari lapangan usai memprotes keputusan wasit. Ia kemudian kembali menyoroti beberapa keputusan yang dinilainya merugikan tim, termasuk pelanggaran pada kuarter terakhir saat bola lepas dari Marcelinho Huertas.

Pelatih La Laguna Tenerife itu juga menegaskan bahwa teknikal yang diterimanya merupakan yang kedua, bukan yang ketiga. Ia menyebut pelanggaran pertama tim justru dikenakan kepada Jaime Fernández, yang menurutnya menjadi bagian dari rangkaian keputusan yang tidak menguntungkan timnya.

Di tengah tekanan pertandingan, La Laguna Tenerife juga mendapat kabar kurang baik dari Fran Guerra. Sang pemain mengalami cedera pergelangan kaki setelah bekerja keras di area pertahanan, dan kondisi itu membuat Vidorreta waswas menjelang laga berikutnya.

Meski kalah, nada bicara Vidorreta tetap penuh kebanggaan terhadap skuadnya. Ia memuji para pemain yang menurutnya telah tampil luar biasa dan menunjukkan karakter yang sama seperti saat melewati babak sebelumnya.

Laga hidup-mati di Tenerife

Kekalahan kedua ini membuat tugas La Laguna Tenerife makin berat untuk membalikkan keadaan. Barca kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menuntaskan semifinal, sementara Tenerife harus menemukan respons cepat agar seri belum berakhir.

Pertandingan ketiga akan digelar di Santiago Martin pada Sabtu mendatang. Duel itu akan menjadi kesempatan terakhir La Laguna Tenerife untuk menjaga asa, sekaligus ujian terbesar bagi mereka setelah dua kekalahan beruntun dari Barca.

Exit mobile version