Luka Kroasia Belum Sembuh, Marquinhos Siap Jadikan Piala Dunia Terakhirnya

Author: Qoo Media

Marquinhos menatap Piala Dunia 2026 dengan rasa yang berbeda. Kapten Brasil itu menyebut turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut bisa menjadi kesempatan terakhirnya untuk meraih trofi paling bergengsi dalam sepak bola internasional.

Bek Paris Saint-Germain berusia 32 tahun itu sudah memenangi banyak gelar di level klub, termasuk dua trofi Liga Champions Eropa. Namun, ada satu pencapaian yang belum pernah ia raih, yakni membawa Brasil menjadi juara dunia.

Luka Kroasia yang Masih Membekas

Peluang Brasil di Piala Dunia sebelumnya memang belum berjalan mulus bagi Marquinhos. Pada Piala Dunia 2018, Brasil tersingkir di perempat final setelah kalah dari Belgia, lalu empat tahun kemudian kembali gagal di babak yang sama usai kalah adu penalti dari Kroasia di Qatar 2022.

Kegagalan itu meninggalkan luka mendalam bagi Marquinhos. Penalti yang ia eksekusi dan berakhir membentur tiang menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam perjalanan internasionalnya.

Meski begitu, Marquinhos tidak ingin terus terjebak dalam penyesalan. Ia menilai pengalaman pahit itu harus menjadi pelajaran agar Brasil tampil lebih matang saat tekanan kembali datang.

“Kami tahu di level ini semuanya ditentukan oleh detail kecil. Kami harus meminimalkan kesalahan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,” kata Marquinhos.

Tanggung Jawab sebagai Kapten

Sebagai pemimpin tim, Marquinhos memahami bahwa tugasnya tidak berhenti pada performa di lapangan. Ia juga harus membantu para pemain muda menghadapi tekanan besar yang selalu melekat pada tim nasional Brasil.

Marquinhos menegaskan bahwa pemimpin sejati harus hadir ketika situasi sulit. Dalam kondisi seperti itu, ia merasa perlu mengambil tanggung jawab dan menjaga rekan-rekannya tetap tenang.

Selama beberapa tahun terakhir, ia menjadi salah satu figur paling penting di ruang ganti Selecao. Saat hasil buruk datang atau kritik mengarah ke tim, Marquinhos kerap tampil paling depan untuk melindungi skuad Brasil.

Keyakinan pada Carlo Ancelotti

Optimisme Brasil menuju Piala Dunia 2026 juga tumbuh seiring kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru. Sosok asal Italia itu datang dengan reputasi besar setelah meraih lima gelar Liga Champions dan menjuarai liga di Italia, Inggris, Spanyol, Jerman, dan Prancis.

Marquinhos menilai pengalaman Ancelotti bisa menjadi faktor penting untuk membawa Brasil lebih dekat ke gelar keenam Piala Dunia. Ia juga melihat ada energi baru yang masuk ke dalam tim sejak sang pelatih bergabung.

“Ancelotti adalah pemenang sejati. Dia tahu bagaimana membangun tim juara dan memahami apa yang dibutuhkan untuk sukses di level tertinggi,” ujar Marquinhos.

Impian yang Tumbuh Sejak Masa Kecil

Ketertarikan Marquinhos terhadap Piala Dunia berawal dari keberhasilan Brasil pada edisi 2002. Saat itu, ia masih berusia delapan tahun dan menyaksikan langsung bagaimana tim yang diperkuat Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho menjadi juara dunia di Jepang dan Korea Selatan.

Momen tersebut meninggalkan kesan kuat dan membuatnya jatuh cinta pada sepak bola. Dari sana, ia mulai bermimpi suatu hari bisa membela Brasil di panggung Piala Dunia.

Kini mimpi itu telah menjadi kenyataan. Marquinhos bukan hanya tampil sebagai pemain inti, tetapi juga dipercaya mengenakan ban kapten untuk memimpin salah satu negara yang selalu diunggulkan dalam setiap turnamen besar.

Trofi yang Paling Berarti

Meski sudah meraih hampir semua gelar penting di level klub, Marquinhos menegaskan bahwa Piala Dunia tetap memiliki nilai yang berbeda. Baginya, trofi emas bersama Brasil akan menjadi pencapaian terbesar dalam hidup dan kariernya.

“Setiap pemain yang pernah memenangkan Piala Dunia mengatakan itu adalah momen terbesar dalam hidup mereka. Saya ingin merasakan hal yang sama,” kata Marquinhos.

Jika Brasil berhasil merebut gelar keenam di Piala Dunia 2026, Marquinhos bisa menutup perjalanan Piala Dunianya dengan cara yang sangat diinginkan. Di tengah pengalaman panjang dan beban besar sebagai kapten, ia kini memusatkan perhatian pada satu target yang belum pernah tercapai dalam kariernya.

Source: www.medcom.id
Terbaru