Justin Gaethje berhasil merebut sabuk juara kelas lightweight UFC setelah menghentikan Ilia Topuria dalam laga UFC Freedom 250 di Gedung Putih, Amerika Serikat, Minggu (15/6) waktu setempat. Kemenangan itu datang lewat technical knockout atau TKO setelah kubu Topuria memutuskan menghentikan pertarungan menjelang ronde kelima.
Hasil tersebut langsung menjadi sorotan karena Topuria datang sebagai juara bertahan dengan catatan sempurna 17 kemenangan tanpa kekalahan di MMA profesional. Bagi Gaethje, hasil itu juga menandai pencapaian terbesar dalam jalur panjangnya di divisi lightweight.
Pertarungan berlangsung sengit sejak ronde awal
Sejak bel pembuka, kedua petarung memilih tampil terbuka dalam pertarungan stand-up. Gaethje mengambil inisiatif serangan dengan kombinasi pukulan dan tendangan yang beberapa kali memaksa Topuria bertahan lebih dalam.
Tekanan dari Gaethje terlihat konsisten dan membuat duel berjalan dengan intensitas tinggi. Salah satu pukulannya bahkan disebut membuat area mata kanan Topuria mengalami luka dan lebam yang cukup parah.
Topuria bertahan, tetapi kondisi fisik terus menurun
Meski menerima tekanan besar, Topuria tetap melanjutkan laga dan mencoba menjaga ritme sampai ronde keempat. Petarung asal Spanyol itu sempat terlihat hampir jatuh, tetapi masih mampu bertahan di hadapan serangan Gaethje.
Namun, kondisi fisik Topuria terus menurun seiring berjalan waktu. Tim sudutnya akhirnya memilih menghentikan pertandingan sebelum ronde kelima dimulai, langkah yang membuat wasit mencatat hasil TKO melalui corner stoppage.
Gelar utama yang lama dikejar Gaethje
Bagi Gaethje, sabuk ini punya arti khusus karena ia sebelumnya dua kali berstatus juara interim lightweight. Gelar utama kini akhirnya masuk ke koleksinya setelah bertahun-tahun bersaing di salah satu divisi paling kompetitif di UFC.
Kemenangan ini juga mempertegas reputasi Gaethje sebagai petarung yang selalu menyajikan duel agresif dan penuh tekanan. Dalam laga kali ini, pendekatan itu terbukti efektif saat berhadapan dengan Topuria yang sebelumnya dikenal sangat sulit dikalahkan.
Rekor sempurna Topuria akhirnya terhenti
Kekalahan ini menjadi yang pertama dalam karier profesional Ilia Topuria. Sebelum tampil di UFC Freedom 250, ia dikenal sebagai petarung dominan dengan rekor tak terkalahkan dan status juara dua divisi UFC.
Berakhirnya rekor tersebut menambah bobot historis laga ini, bukan hanya karena ada gelar yang berpindah tangan, tetapi juga karena hadirnya kekalahan perdana bagi salah satu nama paling disorot di UFC. Pertemuan Gaethje dan Topuria pun tercatat sebagai duel yang bukan hanya keras di atas arena, tetapi juga penting dalam peta persaingan kelas lightweight.
