Atlet MMA Indonesia, Vallensia, resmi mengamankan satu tiket ke Asian Games 2026 di Nagoya lewat jalur kualifikasi. Kepastian itu datang setelah ia mengumpulkan poin dari dua turnamen kualifikasi dan menutup rangkaian tersebut dengan medali perunggu.
Posisi Vallensia kemudian masuk delapan besar dalam pemeringkatan akhir, yang membuat namanya langsung tercatat dalam daftar atlet yang lolos. Sistem kualifikasi ini menempatkan hasil akumulasi poin sebagai penentu utama keberangkatan ke ajang multievent tersebut.
Lolos lewat dua arena kualifikasi
Vallensia menjelaskan bahwa ia mengikuti dua turnamen kualifikasi, yakni di China dan Uzbekistan. Dari dua ajang itu, poin yang terkumpul kemudian diranking ulang untuk menentukan delapan atlet terbaik yang berhak melangkah ke Asian Games.
Ia menyebut proses itu membuat status kelolosannya dipastikan melalui sistem “entry by name” setelah pemeringkatan selesai. Dengan skema tersebut, performa di dua event menjadi penentu utama, bukan satu hasil tunggal semata.
Asian Games pertama bagi Vallensia
Asian Games 2026 akan menjadi penampilan pertama Vallensia di panggung tersebut. Meski baru debut, ia datang dengan modal pengalaman internasional yang sudah dibangun lewat capaian medali perak SEA Games 2025.
Pengalaman itu membuatnya punya gambaran awal tentang peta persaingan di kelas modern MMA 54kg. Menurut pemetaan Vallensia, petarung dari Kazakhstan, Singapura, dan Thailand akan menjadi lawan yang paling perlu diwaspadai.
Thailand jadi lawan yang paling diincar
Dari seluruh kandidat, Vallensia menempatkan Thailand sebagai lawan terberat. Ia menilai kekuatan fisik petarung Thailand sangat menonjol berdasarkan pengamatan atas lawan-lawan yang pernah ia temui sebelumnya.
Vallensia juga memiliki catatan pertemuan dengan petarung Thailand di final SEA Games. Saat itu, lawannya keluar sebagai pemenang, sehingga peluang bertemu lagi di Asian Games membuka harapan untuk revans.
Target emas dari PB Pertacami
Persiapan Vallensia bersama tim pelatih berjalan intensif untuk meningkatkan kesiapan fisik dan strategi bertarung. Evaluasi berkala terus dilakukan agar target besar dari Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia atau PB Pertacami bisa tercapai.
PB Pertacami menargetkan medali emas pada kelas modern MMA 54kg. Target itu menjadi dorongan tambahan bagi Vallensia, yang mengaku sudah beberapa kali berhadapan dengan calon lawan sehingga lebih percaya diri menghadapi variasi pertarungan.
Analisis lawan jadi bagian dari latihan
Selain latihan teknik, tim pelatih juga memanfaatkan rekaman pertandingan untuk mempelajari kelemahan lawan. Setiap calon lawan dianalisis secara spesifik karena gaya bertarung mereka tidak sama satu sama lain.
Vallensia menegaskan bahwa pendekatan itu membantu persiapan taktik di atas matras. Ia menilai kombinasi antara latihan rutin dan video analisis memberi bekal penting untuk menghadapi lawan-lawan yang sudah lebih dulu ia kenal dari turnamen sebelumnya.
Keberhasilan lolos melalui jalur poin menunjukkan konsistensi Vallensia di dua ajang kualifikasi yang berbeda. Dengan tiket Asian Games sudah di tangan, fokus berikutnya kini tertuju pada persiapan menuju laga yang akan menentukan peluang Indonesia meraih medali di nomor modern MMA 54kg.
