Jonathan Tah menilai kemenangan Jerman atas Pantai Gading menjadi sinyal kuat bahwa Die Mannschaft punya modal besar untuk berbicara banyak di Piala Dunia 2026. Bek senior itu menegaskan, karakter tim saat bangkit dari ketertinggalan menunjukkan mental juara yang dibutuhkan untuk melangkah jauh.
Jerman menang 2-1 di Stadion BMO Field, Toronto, setelah sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama. Hasil itu sekaligus memastikan langkah Jerman lolos ke babak 32 besar dan menjaga rekor sempurna di Grup E dengan 6 poin dari dua laga awal.
Kebangkitan setelah tertinggal
Pantai Gading sempat membuat Jerman tertekan lewat gol kapten Franck Kessie. Situasi itu sempat mengubah arah pertandingan dan memaksa Jerman bermain lebih sabar untuk menemukan celah.
Respons Jerman datang melalui perubahan yang dilakukan pelatih Julian Nagelsmann dari bangku cadangan. Masuknya Nadiem Amiri dan Deniz Undav memberi energi baru yang langsung menghidupkan permainan tim.
Undav jadi pembeda
Gol penyeimbang lahir pada menit ke-68 ketika Amiri mengirim umpan matang yang diselesaikan Undav. Penyerang itu kemudian kembali mencetak gol pada menit ke-90+4 untuk memastikan kemenangan Jerman.
Tah menilai kontribusi pemain pengganti sangat menentukan hasil akhir laga. “Para pemain pengganti membawa energi baru ke dalam permainan. Deniz (Undav) pantas mendapat pujian khusus. Dia luar biasa,” kata Tah.
Mentalitas juara jadi sorotan
Bagi Tah, keunggulan Jerman bukan hanya kualitas individu, tetapi juga ketahanan mental saat menghadapi tekanan. Ia menyebut timnya memiliki semua unsur penting untuk sukses di turnamen ini, mulai dari mentalitas juara hingga semangat kolektif.
“Kami memiliki semua yang diperlukan untuk sukses di turnamen ini. Mentalitas juara, semangat tim. Kami tidak menyerah. Kami terus berjuang,” ujar Tah.
Kemenangan ini juga memperlihatkan bahwa Jerman mampu mengubah situasi sulit menjadi keuntungan. Ketika lawan menekan lebih dulu, Jerman justru menemukan momentum dari perubahan taktik dan efektivitas pemain pelapis.
Langkah berikutnya di fase gugur
Dengan status lolos ke 32 besar dan posisi puncak grup yang sudah aman, Jerman kini berada dalam situasi ideal untuk menjaga ritme permainan. Tim asuhan Nagelsmann juga mendapat keuntungan psikologis karena mampu menang dalam laga yang berjalan ketat dan penuh tekanan.
Pertandingan melawan Pantai Gading sendiri menjadi salah satu duel yang paling dinanti di Grup E. Di tengah tingginya tensi laga, Jerman menunjukkan bahwa kedalaman skuad dan disiplin taktik masih menjadi senjata utama mereka untuk menatap fase gugur dengan percaya diri.
