Tanjung Verde membuat kejutan besar di Piala Dunia 2026 setelah lolos ke babak 32 besar pada debut mereka di turnamen tersebut. Pencapaian itu menjadi sorotan karena sebelumnya peluang mereka untuk melaju dari fase grup hanya disebut satu persen.
Euforia kelolosan itu ikut menyebar luas setelah para pemain merayakannya dengan nyanyian “uno por ciento” atau “satu persen” di ruang ganti. Potongan video perayaan tersebut viral di media sosial karena dianggap mewakili keberhasilan Tanjung Verde mematahkan prediksi yang meremehkan mereka.
Lolos tanpa kemenangan, tetapi tetap konsisten
Tanjung Verde tidak mencatat satu pun kemenangan di fase grup, tetapi mereka tampil stabil lewat tiga hasil imbang. Tim debutan itu menahan Spanyol 0-0, bermain 2-2 melawan Uruguay, lalu kembali berbagi angka dengan Arab Saudi setelah laga berakhir tanpa gol.
Rangkaian hasil tersebut sudah cukup untuk mengantar Tanjung Verde ke fase gugur. Dalam konteks turnamen besar, capaian ini terasa istimewa karena mereka menjalani Piala Dunia untuk pertama kalinya dan langsung mampu bersaing dengan tim-tim yang lebih berpengalaman.
Nyanyian satu persen jadi simbol perlawanan
Nyanyian “satu persen” tidak muncul sekadar sebagai selebrasi spontan. Bagi para pemain, itu menjadi penegasan bahwa mereka berhasil menembus batas prediksi dan menjawab keraguan yang muncul sebelum turnamen dimulai.
Dalam video yang beredar, suasana ruang ganti terlihat penuh energi saat para pemain melompat sambil meneriakkan “Satu persen! Satu persen!”. Momen itu membuat kisah Tanjung Verde tidak hanya dibicarakan karena hasil di lapangan, tetapi juga karena cara mereka merayakan pencapaian yang tidak banyak diperkirakan.
Argentina menunggu di babak 32 besar
Perjalanan Tanjung Verde belum selesai karena tantangan berikutnya sudah menanti, yakni menghadapi juara bertahan Argentina di Miami. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli dan akan menjadi penentu tiket ke babak 16 besar.
Pertandingan ini menjadi ujian terbesar bagi Tanjung Verde setelah mereka menembus fase gugur dengan status debutan. Dengan modal tiga hasil imbang dan semangat dari nyanyian “satu persen”, Tanjung Verde kini bersiap menghadapi lawan yang jauh lebih berat demi menjaga kejutan mereka tetap hidup di Piala Dunia 2026.
