Surabaya Rebut Tempat Ketiga, Tekuk Yogyakarta Lewat Gol Tunggal Agnia

Tim all-stars Surabaya berhasil merebut tempat ketiga MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 setelah menundukkan Yogyakarta dengan skor 1-0. Laga perebutan posisi ketiga itu berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu pagi dan ditentukan oleh gol tunggal Agnia Nurul Fadhila Rohman.

Kemenangan ini memberi Surabaya penutup yang positif setelah sempat tersingkir di semifinal. Pelatih Surabaya, Sai Dong, menyebut hasil tersebut lahir dari jalannya permainan yang sesuai rencana, terutama karena timnya mampu menjaga keseimbangan di semua lini.

Gol cepat jadi pembeda

Agnia mencetak gol kemenangan pada menit ke-22 melalui skema permainan yang rapi. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan berdurasi 2×20 menit tersebut dan sekaligus mengunci keunggulan Surabaya hingga peluit akhir.

Sai Dong menilai para pemain tampil disiplin sejak awal. Ia menyebut tim menjalankan rencana permainan dengan baik, mulai dari lini depan, lini tengah, lini belakang, hingga penjaga gawang.

Menurut Sai Dong, Yogyakarta memberi tekanan yang ketat sepanjang laga. Namun, Surabaya tetap bisa mengendalikan permainan lewat pola membangun serangan dari bawah, dimulai dari kiper sebagai titik awal distribusi bola.

Build-up dari kiper berjalan efektif

Sai Dong menegaskan bahwa kiper memegang peran penting dalam strategi tim. Ia mengatakan, “Bagi kami kiper adalah build-up pertama kami,” dan menilai tugas itu dijalankan dengan cukup baik pada laga perebutan tempat ketiga ini.

Pendekatan tersebut membantu Surabaya menjaga alur serangan tetap teratur. Dari situ, tim mampu mencari celah hingga akhirnya menemukan peluang emas yang berbuah gol kemenangan.

Bagi Sai Dong, hasil ini juga penting untuk memulihkan kepercayaan diri tim setelah kekalahan di semifinal. Ia berharap kemenangan atas Yogyakarta menjadi dorongan agar para pemain berlatih lebih keras pada edisi MLSC All-Stars berikutnya.

Yogyakarta soroti aspek keselamatan pemain

Di kubu Yogyakarta, pelatih Tri Wulandari mengakui anak asuhnya sudah berjuang maksimal. Meski begitu, hasil akhir belum berpihak kepada mereka dalam pertandingan yang berjalan ketat sejak awal.

Tri juga memberi perhatian khusus pada keputusan perangkat pertandingan saat salah satu pemainnya terjatuh karena cedera. Ia menilai wasit seharusnya segera menghentikan laga demi memastikan keselamatan pemain.

“Seharusnya keselamatan adalah segalanya, terutama untuk tim anak-anak ini,” ujar Tri. Ia menambahkan bahwa fase pengembangan pemain muda seharusnya dijaga agar tidak terganggu oleh kurangnya fokus perangkat pertandingan.

Apresiasi untuk kompetisi dan penyelenggaraan

Meski gagal meraih tempat ketiga, Tri tetap mengapresiasi perjalanan timnya di turnamen tersebut. Ia menyebut pencapaian Yogyakarta melangkah jauh pada edisi kedua MLSC All-Stars patut disyukuri.

Tri juga menyampaikan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MLSC atas penyelenggaraan turnamen yang dinilai berjalan baik. Menurutnya, seluruh tim tampil kompetitif dan pertandingan berlangsung menarik.

Hasil ini menempatkan Surabaya sebagai peringkat ketiga MLSC All-Stars 2026, sementara Yogyakarta harus puas menutup turnamen di posisi keempat setelah duel yang berlangsung ketat dan minim gol di Kudus.

Source: www.suara.com

Terkait