Meksiko Hancurkan Ekuador 2-0, Akhiri Kutukan 40 Tahun dan Lolos ke 16 Besar

Meksiko akhirnya memutus rangkaian panjang kekecewaan di fase gugur Piala Dunia dengan cara yang paling meyakinkan: menang 2-0 atas Ekuador di Aztec City Stadium. Hasil itu sekaligus memastikan El Tri melangkah ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan mengakhiri penantian yang sudah berlangsung selama empat dekade.

Dua gol kemenangan tuan rumah lahir di babak pertama lewat Julian Quinones dan Raul Jimenez. Kemenangan ini juga menempatkan Meksiko sejajar dengan Kanada sebagai sesama tim tuan rumah yang sudah lebih dulu mengamankan tiket dari Babak 32 Besar.

Bagi publik sepak bola Meksiko, hasil ini terasa jauh lebih besar daripada sekadar kemenangan biasa. Tim nasional mereka terakhir kali merasakan sukses di fase sistem gugur saat menundukkan Bulgaria 2-0 pada Babak 16 Besar Piala Dunia, 15 Juni 1986.

Sejak momentum itu, perjalanan Meksiko kerap berakhir di Babak 16 Besar pada edisi 1994 hingga 2018. Mereka bahkan sempat gagal total di fase grup pada turnamen empat tahun lalu, sehingga kemenangan atas Ekuador memberi arti simbolis yang kuat bagi tim dan pendukungnya.

Rekor kandang Meksiko di Azteca Stadium juga tetap menjadi modal penting. Dari 89 laga kompetitif di stadion itu, mereka baru kalah dua kali, termasuk menjaga catatan 10 laga Piala Dunia tanpa kekalahan di kandang sendiri.

Atmosfer di stadion ikut menjadi bagian besar dari cerita kemenangan ini. Pelatih Javier Aguirre mengaku sangat emosional melihat Azteca kembali bergemuruh dengan energi seperti ini.

“Sudah 40 tahun lamanya sejak kali terakhir saya melihat Azteca seperti ini,” ujar Aguirre. Ia menegaskan bahwa kemenangan di hadapan pendukung sendiri terasa berbeda karena dukungan suporter berlangsung habis-habisan sepanjang laga.

Aguirre juga berbicara dari sudut pandang pribadi yang memperkuat bobot hasil tersebut. Sebagai mantan penggawa, ia pernah merasakan pahitnya kegagalan menembus perempat final dan menyebut kemenangan ini sebagai penawar luka lama.

“Ini berarti untuk saya. Saya adalah salah satu pemain yang tidak bisa menembus perempatfinal. Sangat menyakitkan,” kata Aguirre. Ia menambahkan bahwa dukungan penuh fans membuat para pemain tampil dengan semangat tinggi dalam malam yang disebutnya sebagai malam hebat untuk orang-orang Meksiko.

Di babak berikutnya, Meksiko sudah menanti lawan yang tak kalah berat. Mereka akan menghadapi pemenang laga antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo, dengan modal kepercayaan diri yang kini jauh lebih besar setelah kemenangan bersejarah di kandang sendiri.

Terkait