Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) memilih langkah yang cukup hati-hati jelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya. Delapan atlet terbaik dikirim ke Spanyol selama training camp panjang, tetapi federasi ini belum mau memasang target medali.
Keputusan itu muncul karena padel baru akan dipertandingkan untuk pertama kalinya di Asian Games. PBPI menilai tekanan target terlalu dini untuk cabang yang masih sangat baru di level multiajang Asia tersebut.
Delapan Atlet Dibagi Jadi Inti dan Cadangan
Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menjelaskan bahwa delapan atlet yang diberangkatkan terdiri dari dua pasangan inti dan dua pasangan cadangan. Komposisinya mencakup nomor ganda putra dan ganda putri.
| Posisi | Nomor | Nama Atlet |
|---|---|---|
| Pasangan inti | Ganda putri | Novela Putria dan Beatrice Gumulya |
| Pasangan inti | Ganda putra | Armando Soemarno dan Valentinus Dyas |
| Pasangan cadangan | Ganda putri | Fitriani Sabatini dan Fadona Kusuma |
| Pasangan cadangan | Ganda putra | Alvin Edison dan Giorgio Soemarno |
Menurut Galih, jadwal keberangkatan diperkirakan sekitar 25 Juli 2026, meski masih menunggu proses penerbitan visa. Jika berjalan maksimal, pemusatan latihan di Spanyol bisa berlangsung sampai 15 September.
“Sekitar tanggal 25 Juli nanti, akan berangkat ke Spanyol untuk menjalani training camp (TC), tergantung pada visa, tetapi kalau dapat maksimum kita maksimumkan sampai September tanggal 15. Jadi mepet sekali dengan nanti, Nagoya-nya (Asian Games 2026),” kata Galih di Jakarta Selatan, Kamis 8 Juli 2026.
Latihan Intensif dan Uji Coba Lawan Eropa
Selama di Spanyol, para atlet akan menjalani program latihan intensif sekaligus menghadapi sejumlah laga uji coba. Lawan yang disiapkan datang dari kalangan atlet Eropa, termasuk pemain tim nasional Italia yang juga sedang menggelar pemusatan latihan di negara tersebut.
PBPI juga berharap persiapan di Eropa dapat membuat para atlet pulang dengan kemampuan yang berbeda. Galih menyampaikan harapan itu secara terbuka setelah melihat pentingnya pembelajaran dari lawan-lawan yang lebih dulu berkembang.
Sebelum berangkat ke Spanyol, PBPI masih menyiapkan satu laga uji coba lain melawan Kazakhstan. Kesempatan itu muncul karena Kazakhstan mengirim 10 pemain putra untuk mengikuti turnamen FIP Bronze yang berlangsung di Indonesia.
Belum Ada Target Medali di Asian Games
Meski persiapan dilakukan serius dan jauh dari sekadar formalitas, PBPI belum menetapkan target khusus untuk Asian Games 2026. Galih menilai beban medali belum tepat diberikan kepada atlet dalam situasi cabang olahraga yang masih baru.
“Kita gak mau nargetin mereka, khususnya di Asian Games, karena nomor ini baru. Semuanya juga baru, 45 negara yang masuk Asian Games belum masuk semua,” ujar Galih.
www.viva.co.id mencatat, padel akan menjalani debutnya sebagai cabang olahraga resmi di Asian Games 2026. Karena itu, PBPI memilih fokus pada proses pembinaan dan pembentukan tim ketimbang memasang target hasil yang terlalu agresif.
Agenda Setelah Asian Games Sudah Menunggu
Rencana PBPI tidak berhenti di Aichi-Nagoya. Setelah Asian Games, tim nasional padel Indonesia langsung bersiap menghadapi Kualifikasi Piala Dunia Padel, yang putaran finalnya akan berlangsung pada November 2026.
Galih menyebut jarak antaragenda sangat singkat, sehingga seleksi nasional dan pembentukan tim terbaik harus dilakukan lebih awal. “Kami sudah memikirkan sejauh itu dikarenakan Asian Games itu sebentar lagi, dan setelah Asian Games itu ada World Cup Qualifier. Jadi ini back-to-back-nya sangat singkat sekali. Jadi kami sudah melaksanakan seleknas dan insyaallah ini tim terbaik kami,” pungkasnya.
Source: www.viva.co.id






