Jannik Sinner dan Novak Djokovic kembali dipertemukan di semifinal Wimbledon 2026 dengan taruhan yang sangat besar. Laga di Centre Court, All England Club, London, Inggris, ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/7) pukul 21.30 WIB.
Pertemuan dua petenis elite ini langsung menarik perhatian karena keduanya sama-sama membawa misi besar. Sinner memburu final Grand Slam pertamanya di musim ini, sementara Djokovic masih mengejar gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya.
Djokovic datang dengan modal fisik yang terkuras
Novak Djokovic melangkah ke empat besar setelah melalui laga berat kontra Auger-Aliassime di perempat final. Duel itu berlangsung lima set dan memakan waktu lebih dari lima jam, sehingga kondisi fisiknya menjadi salah satu sorotan menjelang semifinal.
Meski demikian, Djokovic tetap punya rekor yang membuatnya tak bisa dipandang sebelah mata. Petenis Serbia itu juga menunjukkan sikap santai setelah sebelumnya mengalahkan petenis nomor satu dunia di Australian Open awal tahun ini.
Sinner belum kehilangan set, tapi harus waspada
Di sisi lain, Sinner tampil sangat meyakinkan sepanjang turnamen ini. Ia belum kehilangan satu set pun sejak babak pertama Wimbledon, sebuah modal yang menunjukkan konsistensi dan ketenangannya di lapangan rumput.
Namun, Sinner tetap menempatkan servis sebagai faktor penentu dalam laga melawan Djokovic. Ia menegaskan bahwa jika servisnya tidak berjalan baik, pertandingan akan menjadi sangat sulit.
“Setiap pertandingan memiliki ceritanya sendiri, terutama di lapangan rumput. Jika servisnya tidak bagus, segalanya akan menjadi sangat sulit. Dia (Djokovic) telah memenangkan turnamen ini berkali-kali dan tahu persis apa yang harus dia lakukan. Saya siap berjuang untuk setiap poin,” kata Sinner, dikutip dari Vietnam.vn, Jumat.
Rekor pertemuan yang saling mengunci
Duel ini juga memuat sejarah pertemuan yang panjang antara keduanya di Wimbledon. Pertemuan Sinner dan Djokovic kali ini menjadi yang keempat dalam lima edisi terakhir Wimbledon, sekaligus yang ketiga dalam empat tahun dengan tiket final sebagai taruhannya.
Secara head-to-head, Sinner datang dengan catatan yang cukup impresif. Ia menang pada duel terakhir mereka dengan skor tipis 6-5 dan meraih 5 kemenangan dari 6 pertemuan melawan Djokovic.
Di Wimbledon, Djokovic justru punya keunggulan tersendiri dalam catatan pertemuan melawan Sinner. Ia unggul dengan dua kemenangan dari tiga duel di ajang tersebut, sehingga rivalitas ini tetap terbuka dan sulit diprediksi.
Djokovic juga menegaskan keyakinannya untuk terus bersaing di turnamen besar. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa dirinya selalu berusaha membuktikan mampu mengalahkan pemain terbaik, termasuk setelah menundukkan Sinner di Australia.
“Saya selalu berusaha membuktikan kepada diri sendiri dan semua orang bahwa saya mampu bersaing dan mengalahkan pemain terbaik di turnamen besar. Saya melakukannya di Australia (mengalahkan Sinner) dan saya akan terus melakukannya di sini,” ujar Djokovic.
Dengan kondisi Sinner yang sedang stabil dan Djokovic yang tetap berbahaya meski baru melalui laga panjang, semifinal ini berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling menentukan di Wimbledon 2026. Tiket ke final tidak hanya mempertaruhkan momentum, tetapi juga peluang mempertegas dominasi dua nama besar di tenis putra saat ini.
| Aspek | Jannik Sinner | Novak Djokovic |
|---|---|---|
| Status menuju semifinal | Belum kehilangan satu set pun sejak babak pertama | Lolos setelah menang lima set atas Auger-Aliassime |
| Modal utama | Performa stabil dan konsisten | Pengalaman besar di Wimbledon dan turnamen Grand Slam |
| Catatan pertemuan terakhir | Menang 6-5 pada duel terakhir | Unggul 2 kemenangan dari 3 pertemuan di Wimbledon |







