Polisi Selidiki Kematian Jayden Adams, Duka Timnas Afrika Selatan Usai Piala Dunia 2026

Kematian Jayden Adams mengguncang Timnas Afrika Selatan setelah kiprahnya di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kabar duka. Polisi Cape Town kini membuka penyelidikan atas kematian gelandang berusia 25 tahun itu.

Adams ditemukan tak lama setelah kembali dari turnamen di sebuah rumah di kawasan Schotsche Kloof, Cape Town. Penyebab kematiannya belum diungkap, sehingga kasus ini masih berada dalam tahap awal penyelidikan.

Penyelidikan Polisi dan Duka Keluarga

Kematian Adams dikonfirmasi pada Sabtu waktu setempat. Reuters melaporkan, pihak kepolisian Cape Town mulai menelusuri обстоятельность kematian pemain yang sempat membela Afrika Selatan di Piala Dunia 2026 itu.

Duka paling berat dirasakan keluarga. Ayah Adams, Juanito Adams, mengatakan mereka masih berjuang menerima kenyataan tersebut.

“Keluarga sedang berjuang untuk menerima kenyataan ini. Tidak akan mudah untuk melanjutkan hidup,” kata Juanito Adams kepada eNCA seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan bahwa keluarga hanya bisa belajar hidup dengan kehilangan itu. Juanito juga mengaku tersentuh oleh simpati besar dari publik sepak bola dunia terhadap putranya.

“Seluruh dunia bereaksi atas kematian Jayden. Seperti yang saya katakan, ini sangat berat. Kita bisa melihat betapa besar cinta dunia terhadap sepak bola dan Jayden,” ungkapnya.

Jejak Adams di Piala Dunia 2026

Jayden Adams menjadi bagian dari sejarah kecil Afrika Selatan di Piala Dunia 2026. Tim Bafana Bafana berhasil lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya, meski kemudian tersingkir setelah kalah 0-1 dari tuan rumah Kanada di babak 32 besar.

Sebelum itu, Adams sempat menjadi starter pada dua laga awal Afrika Selatan. Ia tampil saat timnya kalah 0-2 dari Meksiko dan imbang 1-1 melawan Republik Ceko.

InformasiDetail
Nama pemainJayden Adams
Usia25 tahun
Status di timnasGelandang Timnas Afrika Selatan
Hasil Afrika Selatan di turnamenLolos ke babak 32 besar, lalu kalah 0-1 dari Kanada
Laga yang dijalani AdamsVs Meksiko, Republik Ceko, dan turut membantu kemenangan 1-0 atas Korea Selatan

Adams juga ikut berperan saat Afrika Selatan menang 1-0 atas Korea Selatan dan memastikan tiket ke 32 besar. Di level tim, pencapaian itu menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi sepak bola Afrika Selatan dalam turnamen tersebut.

Penghormatan untuk Pemain yang Pergi Terlalu Cepat

Penghormatan bagi Adams datang dari berbagai pihak setelah kabar kematiannya tersebar. Seluruh pertandingan di babak perempat final disebut mengheningkan cipta untuk mengenang dirinya.

Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, juga menyampaikan rasa kehilangan. Ia menyebut Adams sebagai sosok yang rendah hati, penuh penghargaan, dan menunjukkan nasionalisme tinggi saat membela timnas.

“Saya akan selalu menyimpan kenangan akan tanggapan rendah hati dan penuh penghargaan yang dia berikan kepada saya,” kata Gayton McKenzie.

“Bahwa dia memilih untuk mengenakan seragam tim nasional dan memberikan yang terbaik untuk negaranya pada saat itu menunjukkan kedalaman karakter dan profesionalisme yang jauh melampaui usianya, dan itu mencerminkan kualitas pemuda yang telah hilang dari Afrika Selatan.”

Di tengah belasungkawa yang mengalir, penyelidikan atas kematian Adams tetap berjalan. Publik sepak bola kini menunggu hasil pemeriksaan polisi untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi setelah sang pemain pulang dari Piala Dunia 2026.

Source: bola.kompas.com
Terkait