Deschamps Akui Prancis Tak Berkutik di Hadapan Spanyol, Lini Depan Les Bleus Mandek

Author: Qoo Media

Didier Deschamps tidak menutupi kenyataan pahit setelah Prancis kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal Piala Dunia FIFA 2026. Pelatih berusia 57 tahun itu mengakui Les Bleus tampil jauh di bawah level terbaik dan gagal menemukan solusi saat laga berjalan berat.

Kekalahan ini menutup ambisi Prancis untuk mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Di laga yang berlangsung timpang itu, Spanyol tampil lebih rapi, lebih disiplin, dan membuat Prancis kesulitan mengembangkan permainan sejak awal.

Spanyol Tampil Lebih Dominan

Spanyol membuka keunggulan lewat penalti Mikel Oyarzabal, sebelum Pedro Porro menambah gol pada babak kedua melalui assist Dani Olmo. Hingga gol kedua tercipta, statistik pertandingan memperlihatkan La Roja melepaskan delapan tembakan berbanding dua milik Prancis dan memenangkan sekitar 60 persen duel perebutan bola.

Deschamps menyebut timnya tidak berada pada level yang dibutuhkan untuk menang. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia mengatakan, “Untuk memiliki peluang menang, kami harus tampil dalam performa terbaik. Sayangnya, kami tidak berada di level itu.”

Ia juga menilai Spanyol bertahan dengan sangat baik dan hampir tidak memberi ruang bagi para pemain Prancis. Menurut Deschamps, banyak kesalahan teknis yang dilakukan timnya justru memperparah keadaan dan membuat peluang menyerang makin sulit tercipta.

Fakta Pertandingan Prancis Spanyol
Skor 0 2
Tembakan hingga gol kedua 2 8
Duel perebutan bola dimenangkan sekitar 40% sekitar 60%

Lini Depan Prancis Tak Banyak Ruang

Sepanjang turnamen, Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise menjadi motor serangan Prancis dengan total 13 gol dan 10 assist. Namun saat menghadapi Spanyol, trio itu hanya mampu melepaskan lima tembakan dengan expected goals yang sangat rendah.

Deschamps menilai Spanyol bukan hanya kuat dalam menyerang, tetapi juga cermat membaca permainan dan memotong aliran bola. Ia menegaskan Prancis tidak menemukan solusi untuk membongkar pertahanan lawan, meski biasanya kualitas teknik dan serangan menjadi kekuatan utama mereka.

Kritik terhadap Keputusan Wasit

Selain mengakui keunggulan lawan, Deschamps juga mempertanyakan kepemimpinan wasit Iván Barton. Sorotan utamanya tertuju pada penalti yang diberikan kepada Spanyol setelah Lamine Yamal dilanggar Lucas Digne.

Deschamps menolak menjadikan keputusan wasit sebagai alasan utama kekalahan, tetapi tetap melontarkan pertanyaan soal kelayakan sang pengadil untuk memimpin laga semifinal. Ia menyebut ada beberapa keputusan lain yang juga patut dipertanyakan, meski tidak ingin terkesan mencari pembenaran.

Penutup Era Deschamps di Timnas Prancis

Kekalahan ini membuat Prancis gagal menjadi tim ketiga yang mampu menembus tiga final Piala Dunia secara beruntun, setelah Jerman Barat dan Brasil. Meski begitu, Deschamps tetap menilai pencapaian timnya selama turnamen ini layak diapresiasi karena Les Bleus berhasil mencapai semifinal untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Ia menegaskan tidak ingin menghapus seluruh pencapaian tim hanya karena satu malam buruk melawan Spanyol. Laga perebutan tempat ketiga melawan tim yang kalah dari semifinal Inggris kontra Argentina akan menjadi pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih timnas Prancis setelah 14 tahun memimpin Les Bleus.

Source: www.medcom.id
Terbaru