Lamine Yamal di Piala Dunia 2026, Bangkit dari Cedera Jadi Motor Spanyol

Lamine Yamal datang ke Piala Dunia 2026 dengan beban besar di pundaknya, tetapi justru perjalanan dari cedera menuju panggung utama yang membuat kiprahnya paling menarik untuk diikuti. Winger muda Barcelona itu sempat diragukan bisa langsung tampil penuh, namun ia perlahan berubah menjadi salah satu tokoh kunci Spanyol di turnamen ini.

Hingga babak 16 besar rampung pada Rabu (8-7-2026), Yamal sudah mencatat momen penting, rekor bersejarah, dan selebrasi yang ramai diperbincangkan. Dari gol perdana di ajang Piala Dunia sampai duel Iberia melawan Portugal, namanya terus berada di pusat perhatian.

Bangkit Pelan-pelan Setelah Masalah Hamstring

Yamal tidak memulai turnamen dengan kondisi ideal karena masih berjuang pulih dari cedera hamstring yang mengganggunya menjelang akhir musim lalu bersama Barcelona. Tim medis Spanyol pun mengambil langkah hati-hati agar pemulihannya tidak terganggu.

Pada laga pembuka Grup H melawan Tanjung Verde, ia hanya turun sebagai pemain pengganti dengan menit bermain terbatas. Barulah saat menghadapi Arab Saudi, ia dipercaya menjadi starter dan langsung memberi dampak besar.

Dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi di Atlanta, Yamal mencetak gol pembuka Spanyol sekaligus gol pertamanya di Piala Dunia. Gol itu membuatnya tercatat sebagai pemain termuda kedua yang mencetak gol pembuka dalam sebuah laga Piala Dunia, hanya kalah dari Pele.

LagaPeran YamalCatatan
vs Tanjung VerdePemain penggantiMenit bermain terbatas
vs Arab SaudiStarterMencetak gol pembuka kemenangan 4-0
vs UruguayPemain intiBermain 76 menit

Meski sudah memberi kontribusi penting, kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih. Ia hanya bermain 45 menit melawan Arab Saudi dan kemudian tampil 76 menit saat Spanyol menang tipis 1-0 atas Uruguay di laga penutup fase grup.

Spanyol akhirnya finis sebagai juara Grup H dengan catatan tiga kemenangan dan satu hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. Bagi Yamal, fase grup menjadi bukti bahwa ia bisa kembali ke level kompetitif tanpa kehilangan pengaruh di lapangan.

Laga Lawan Austria Menjadi Titik Balik

Performa terbaik Yamal di turnamen ini mulai terlihat saat Spanyol menghadapi Austria di babak 32 besar. Ia bermain selama 85 menit, durasi terlama sejak pulih dari cedera, dan tampil sebagai pusat serangan Spanyol.

Spanyol menang 3-0 lewat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro, sementara Yamal memang tidak mencetak gol. Namun, ia tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

Menurut data Opta, Yamal melepaskan enam tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran dan menciptakan dua peluang emas. Ia juga memenangkan kembali penguasaan bola dari kaki lawan sebanyak lima kali, memperlihatkan perannya yang lengkap dalam menyerang dan bertahan.

Opta juga mencatat dua rekor sejarah di laga itu. Yamal menjadi pemain termuda sejak 1966 yang mampu membuat lebih dari 10 sentuhan di kotak penalti lawan dan lebih dari 10 dribel sukses dalam satu pertandingan.

Sepanjang turnamen hingga titik itu, rata-rata dribel suksesnya mencapai 12 per 90 menit. Angka itu menyamai catatan Jay-Jay Okocha bersama Nigeria di Piala Dunia 1998.

Duel Iberia yang Menguji Pengaruhnya

Laga babak 16 besar melawan Portugal menjadi salah satu pertandingan paling dinanti, karena mempertemukan Spanyol dan Portugal dalam duel Iberia. Sorotan dunia ikut tertuju pada pertemuan dua generasi, Cristiano Ronaldo di sisi Portugal dan Yamal sebagai motor serangan Spanyol.

Yamal kembali menjadi ancaman dari sisi kanan serangan Spanyol. Ia mendapat peluang di babak pertama dan memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan penting lewat tembakan melengkung dari situasi bola mati pada babak kedua.

Walau tidak mencatat gol atau assist, tekanan konstan yang ia bangun membantu membuka ruang bagi gol penentu kemenangan Spanyol. Dalam laga yang berlangsung ketat itu, pengaruh Yamal tetap terasa meski kontribusinya tidak selalu terlihat di lembar statistik akhir.

Selebrasi, Keluarga, dan Peran di Tim Luis de la Fuente

Salah satu momen yang paling menempel di ingatan publik datang dari selebrasi Yamal setelah mencetak gol ke gawang Arab Saudi. Ia melakukan sujud syukur, dan momen itu menjadi salah satu gambar yang paling banyak dibagikan di media sosial sepanjang fase grup.

Selebrasi serupa juga terlihat setelah laga kontra Portugal, ketika Spanyol memastikan langkah mereka ke babak berikutnya. Di tengah tensi tinggi pertandingan, sujud syukurnya kembali menjadi sorotan karena terasa tenang dan emosional.

Di bawah asuhan Luis de la Fuente, Yamal ditempatkan sebagai sayap kanan dalam trio serang bersama Nico Williams di kiri dan striker utama seperti Mikel Oyarzabal. Perannya bukan hanya mencetak gol, tetapi juga menggerakkan serangan lewat kecepatan, dribel, dan umpan kreatif dari luar kaki.

Di luar lapangan, komentar Yamal kepada media juga menarik perhatian. Usai kemenangan atas Austria, ia menegaskan bahwa fase krusial turnamen baru dimulai dengan kalimat, “Piala Dunia dimulai sekarang,” dikutip dari ESPN.

Ia juga mengakui kebahagiaan keluarga menjadi sumber emosi terbesar dalam perjalanannya. Kepada USA Today, Yamal mengatakan dirinya terharu melihat adik dan ibunya bahagia, karena hal itu merupakan impian terbesar yang bisa dimiliki seorang anak.

Perjalanan Yamal hingga babak 16 besar memperlihatkan bagaimana pemain muda bisa tumbuh menjadi penggerak utama di turnamen besar. Dengan rekor yang sudah ia pecahkan, peran sentral di lini depan Spanyol, dan hasil besar atas Portugal, publik kini menunggu sejauh apa ia bisa membawa La Roja melangkah.

Yamal Bukan Yang Termuda, Tapi Paling Menyita Perhatian

Piala Dunia 2026 memang dipenuhi banyak pemain muda karena format baru yang melibatkan 48 negara dan 1.248 pemain terdaftar. Sekitar 21-22 pemain di turnamen ini berusia di bawah 20 tahun.

Gelar pemain termuda turnamen dipegang gelandang serang Meksiko, Gilberto Mora, yang berusia 17 tahun 240 hari saat turnamen dimulai. Yamal sendiri berusia 18 tahun 333 hari dan berada di kisaran posisi ke-12 hingga ke-13 dalam daftar pemain termuda.

Meski bukan yang paling muda, status Yamal jauh lebih besar dibanding banyak pemain seusianya. Ia sudah menjadi pemain termuda yang tampil sekaligus mencetak gol untuk timnas Spanyol senior, dan pernah membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 saat usianya baru 17 tahun.

Itulah yang membuat kiprahnya di Piala Dunia 2026 terasa seperti fase lanjutan dari kenaikan karier yang sudah sangat cepat. Dari wonderkid, Yamal kini tampak semakin dekat dengan label bintang sungguhan.

Source: www.liputan6.com
Terkait