Inggris sedikit lebih difavoritkan untuk menembus final Piala Dunia 2026, tetapi selisihnya tipis dan Argentina masih punya peluang besar untuk membalikkan prediksi. Menurut simulasi Opta, The Three Lions unggul dalam peluang menang 90 menit, sementara tiket final nyaris seimbang.
Duel semifinal Inggris vs Argentina dijadwalkan berlangsung Kamis (15/7) dini hari pukul 02.00 WIB. Laga ini mempertemukan dua tim yang sama-sama datang dengan modal kuat setelah melalui fase grup dan babak gugur yang berat.
Perjalanan Inggris yang penuh ujian
Inggris membuka turnamen dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, lalu bermain imbang tanpa gol melawan Ghana sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama. Hasil itu membuat tim asuhan Thomas Tuchel keluar sebagai juara Grup L dengan 7 poin dari 3 laga.
Di babak 32 besar, Inggris harus bekerja keras saat menghadapi Republik Demokratik Kongo dan menang tipis 2-1. Mereka lalu menundukkan Meksiko 3-2 dalam laga dramatis yang diwarnai kartu merah untuk Jarell Quansah.
Konsistensi mental Inggris kembali terlihat saat Harry Kane dan kolega menyingkirkan Norwegia 2-1 di perempat final. Rangkaian hasil itu membuat Inggris datang ke semifinal dengan kepercayaan diri tinggi.
| Tim | Jalan ke Semifinal | Hasil Kunci |
|---|---|---|
| Inggris | Juara Grup L | 4-2 Kroasia, 0-0 Ghana, 2-0 Panama, 2-1 RD Kongo, 3-2 Meksiko, 2-1 Norwegia |
| Argentina | Juara Grup J | 3-0 Aljazair, 2-0 Austria, 3-1 Yordania, 3-2 Cape Verde, 3-2 Mesir, 3-1 Swiss |
Argentina tetap berbahaya meski lebih lelah
Argentina juga tampil impresif sejak fase grup. La Albiceleste memuncaki Grup J setelah mengalahkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, dan Yordania 3-1.
Namun, perjalanan Lionel Messi dan kawan-kawan menuju semifinal jauh dari mudah. Mereka harus melewati Cape Verde dengan skor 3-2 di 32 besar, lalu membalikkan keadaan saat menghadapi Mesir di 16 besar setelah sempat tertinggal dua gol dan menang 3-2.
Di perempat final, Argentina kembali menjalani duel ketat melawan Swiss dan menang 3-1 lewat babak tambahan. Kondisi itu membuat Argentina disebut sedikit lebih lelah dibanding Inggris karena memainkan laga ekstra.
Meski begitu, pengalaman Argentina di laga besar tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Kualitas individu mereka juga dinilai mampu mengubah arah pertandingan kapan saja.
Opta menempatkan Inggris sedikit di depan
Bola.bisnis.com mencatat, superkomputer Opta menjalankan 25.000 simulasi turnamen dan menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat juara dengan peluang 16,1 persen. Setelah Spanyol memastikan tempat di final usai menang 2-0 atas Prancis, fokus kemudian tertuju pada semifinal Inggris kontra Argentina.
Dalam simulasi Opta, Inggris punya peluang 38,2 persen untuk menang dalam 90 menit. Argentina berada di angka 32,0 persen, sedangkan hasil imbang yang berpotensi lanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti mencapai 29,7 persen.
Jika yang dihitung adalah siapa yang lolos ke final, angkanya hampir berimbang. Inggris tercatat memiliki peluang 51,9 persen, sementara Argentina 48,1 persen.
Selisih tipis itu menegaskan bahwa pertandingan diperkirakan berlangsung keras dan ketat sejak menit pertama. Inggris dinilai punya keunggulan dalam organisasi permainan dan efektivitas serangan, sedangkan Argentina tetap punya kapasitas untuk menggagalkan prediksi dan menjaga asa tampil di final Piala Dunia 2026.
Dengan Prancis sudah tersingkir, laga ini sekaligus membuka peluang terciptanya final sesama tim Eropa jika Inggris mampu mengatasi Argentina. Namun, hasil simulasi menunjukkan bahwa satu momen besar saja bisa mengubah arah pertandingan dalam duel yang sangat seimbang ini.
