Absennya Chelsea dari kompetisi Eropa musim depan justru dinilai bisa menjadi keuntungan besar bagi Xabi Alonso. Roberto Di Matteo percaya situasi itu memberi ruang kerja yang lebih lapang bagi manajer baru The Blues untuk langsung membenahi tim.
Musim lalu Chelsea tampil mengecewakan dan finis di peringkat ke-10 klasemen Liga Inggris. Hasil itu membuat mereka tidak akan bermain di kompetisi Eropa pada musim 2026/27, sekaligus mendorong klub memecat Liam Rosenior dan menunjuk Xabi Alonso sebagai penggantinya.
Keuntungan Alonso di Stamford Bridge
Di Matteo menilai Alonso akan diuntungkan karena tidak ada jadwal laga internasional yang harus dihadapi Chelsea. Menurut mantan pelatih yang membawa Chelsea juara Liga Champions 2011/12 itu, Alonso bisa memakai seluruh pekan untuk membentuk tim dan mempersiapkan permainan dengan lebih detail.
“Ada babak baru dan manajer baru untuk musim depan,” ujar Di Matteo seperti dilansir ESPN.
“Saya juga berpikir ada keuntungan besar untuk musim yang akan datang, karena kami tidak main di kompetisi internasional mana pun, jadi manajer akan bisa bekerja sepanjang pekan dengan tim, membentuk tim, dan mempersiapkan tim.”
Target realistis yang dipasang Di Matteo
Di Matteo tidak hanya melihat Chelsea bisa lebih rapi secara taktik, tetapi juga punya peluang besar kembali bersaing di papan atas. Ia berharap dan menduga Alonso mampu membawa Chelsea finis di empat besar pada musim yang akan datang.
Optimisme itu lahir dari keyakinan bahwa fokus penuh di kompetisi domestik dapat mempercepat proses pembentukan tim. Dengan beban jadwal yang lebih ringan, Alonso dianggap punya waktu lebih banyak untuk memperbaiki performa Chelsea sejak awal musim.
Kehadiran Alonso juga menandai awal baru bagi Chelsea setelah musim yang jauh dari harapan. Di tengah tuntutan untuk segera bangkit, dorongan dari sosok seperti Di Matteo memberi sinyal bahwa target kembali ke Liga Champions bukan sesuatu yang mustahil.
