Zlatan Ibrahimovic melontarkan kritik tajam kepada tim nasional Inggris setelah The Three Lions gagal mencapai final Piala Dunia 2026. Mantan penyerang AC Milan itu meminta Inggris menilai kualitas sendiri secara jujur sebelum menempatkan diri di jajaran tim terbaik dunia.
Inggris tersingkir secara dramatis setelah kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal. Kekalahan itu terjadi ketika keunggulan yang sempat dibangun The Three Lions pada babak kedua berbalik menjadi kemenangan Argentina di penghujung laga.
| Momen | Pemain | Menit |
|---|---|---|
| Gol Inggris | Anthony Gordon | 55 |
| Gol penyama Argentina | Enzo Fernandez | 85 |
| Gol kemenangan Argentina | Lautaro Martinez | 90+2 |
Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada menit ke-55, tetapi Enzo Fernandez menyamakan skor pada menit ke-85. Lautaro Martinez kemudian memastikan Argentina ke final lewat gol pada masa tambahan waktu.
Kritik untuk ukuran kekuatan Inggris
Ibrahimovic menilai hasil melawan Argentina menjadi ujian yang memperlihatkan posisi Inggris saat menghadapi tim elite. Dalam pernyataannya yang dikutip ESPN, ia mempertanyakan seberapa sering Inggris benar-benar mengalahkan lawan besar di turnamen internasional.
“Jika Anda menengok ke belakang, Inggris telah memenangkan Piala Dunia,” kata Ibrahimovic kepada panel mypartner.com di New York. Namun, ia lalu menekankan bahwa prestasi lama tidak cukup untuk membuktikan kekuatan sebuah tim pada masa sekarang.
“Berapa kali Inggris mengalahkan tim yang sesungguhnya? Bolehkah saya bertanya kepada hadirin di sini? Tim yang sesungguhnya? Kemarin mereka bermain melawan tim yang sesungguhnya (Argentina) di turnamen besar,” ujar legenda sepak bola Swedia tersebut.
Menurut Ibrahimovic, kemenangan Inggris atas Norwegia tidak dapat disamakan dengan keberhasilan menundukkan Argentina. Ia bahkan menyampaikan penilaian itu dengan nada keras, meski memiliki kedekatan rivalitas regional sebagai warga Swedia.
“Menang melawan Norwegia, dengan segala hormat kepada Norwegia, itu bukan tim yang sebenarnya. Dan saya orang Swedia, itu sungguh keterlaluan,” tambahnya.
Argentina Dinilai Membuktikan Status Tim Elite
Bagi Ibrahimovic, Argentina menunjukkan perbedaan kualitas ketika pertandingan memasuki fase menentukan. Inggris, menurutnya, memang memperlihatkan semangat juang dan mentalitas, tetapi belum cukup kuat untuk mengalahkan tim dengan level serupa Argentina.
“Tapi Argentina adalah tim yang sesungguhnya. Jadi ya, Inggris, mereka menunjukkan semangat juang, mereka menunjukkan mentalitas mereka.”
“Tapi jujur saja, mereka tidak mengalahkan tim yang sesungguhnya. Lihatlah ke cermin dan tanyakan pada diri sendiri, seberapa baik kemampuanmu?,” tegas Ibrahimovic.
Kritik tersebut juga menyasar anggapan bahwa kekuatan Premier League otomatis mencerminkan mutu pemain Inggris. Ibrahimovic menilai daya tarik kompetisi tertinggi Inggris itu dibangun oleh perpaduan talenta dari banyak negara, bukan semata-mata pemain lokal.
“Orang-orang, menurut diri mereka sendiri, menganggap diri mereka hebat, lebih baik dari orang lain. Tetapi kenyataannya, Liga Premier tidak hanya didasarkan pada pemain Inggris,” kata Ibrahimovic.
Ia menambahkan bahwa kehadiran pemain asing menjadi elemen penting yang membuat Premier League memiliki kualitas tinggi. Karena itu, kualitas liga tidak bisa langsung dijadikan ukuran kemampuan timnas Inggris di panggung internasional.
Penantian Trofi Besar Berlanjut
Kegagalan di semifinal memperpanjang penantian Inggris untuk meraih gelar internasional bergengsi. The Three Lions belum kembali mengangkat trofi besar sejak menjuarai Piala Dunia 1966, meski kompetisi domestik mereka kerap dipandang sebagai salah satu yang terbaik.
Inggris masih memiliki satu pertandingan tersisa di Piala Dunia 2026, yakni laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis. Duel itu dijadwalkan berlangsung di New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB.
Source: www.medcom.id






