Barcelona Incar Dua Bek Piala Dunia, Pilihan Pendamping Pau Cubarsí Tak Mudah

Barcelona membidik dua bek berpengalaman untuk memperkuat jantung pertahanan sekaligus mendampingi Pau Cubarsí. Cristian Romero dan Aymeric Laporte masuk dalam radar, tetapi masing-masing membawa hambatan negosiasi yang tidak ringan.

Kebutuhan itu muncul ketika Cubarsí semakin penting bagi Barcelona dan tim nasional Spanyol. Kehadiran sosok senior dinilai dapat menambah kepemimpinan, ketenangan, serta keseimbangan bagi pemain muda jebolan La Masia tersebut.

Dua Kandidat dengan Situasi Berbeda

PemainKlub Saat IniSituasi Utama
Cristian RomeroTottenham HotspurKontrak hingga Juni 2029 dan harga minimal €60 juta
Aymeric LaporteAthletic ClubKontrak hingga 2028 setelah kembali pada September 2025

Romero disebut sebagai target utama di lini belakang Barcelona untuk bursa musim panas. Goal.com pada 22 Mei 2026 melaporkan bahwa Direktur Olahraga Barcelona, Deco, menempatkan bek internasional Argentina itu di atas opsi lain, termasuk Alessandro Bastoni.

Bek berusia 28 tahun tersebut dilaporkan telah memberi persetujuan awal untuk pindah ke klub Catalan. Keinginannya untuk tampil di La Liga juga disebut kuat, dengan rencana meninggalkan Tottenham setelah Piala Dunia FIFA 2026.

Namun, Tottenham berada dalam posisi tawar yang kuat karena kontrak Romero masih panjang hingga Juni 2029. Klub Inggris itu dikabarkan mematok harga minimal €60 juta, jauh di atas angka sekitar €30 juta yang kemungkinan disiapkan Barcelona.

Barcelona berharap keinginan Romero untuk hengkang dapat membantu menekan biaya transfer. Sang pemain juga disebut terbuka terhadap skema pinjaman awal dengan opsi pembelian, yang berpotensi meringankan beban keuangan klub pada tahap awal.

Laporte Punya Kecocokan dengan Cubarsí

Nama Laporte muncul sebagai alternatif yang telah ditawarkan kepada Barcelona. Bek 32 tahun itu mendapat perhatian karena penampilannya bersama Spanyol di Piala Dunia 2026, termasuk kerja samanya dengan Cubarsí di lini belakang.

Menurut laporan Barca Media pada 15 Juli 2026, Hansi Flick menghargai kepemimpinan Laporte, ketenangannya, serta kemampuan distribusi bola dengan kaki kiri. Pelatih Barcelona juga menilai kemitraannya dengan Cubarsí telah teruji saat membela Spanyol.

Duet Laporte dan Cubarsí dilaporkan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen tersebut. Catatan itu membuat Laporte terlihat sebagai opsi yang dapat memberi stabilitas instan tanpa menghilangkan peran besar Cubarsí dalam proyek Barcelona.

Meski demikian, jalan Barcelona untuk mendatangkan Laporte juga tidak sederhana. Ia baru kembali ke Athletic Club pada September 2025 dan menjadi pemain penting bagi klub Basque itu dengan ikatan kontrak sampai 2028.

Hubungan Athletic Club dan Barcelona disebut memburuk setelah saga transfer Nico Williams pada musim panas 2024 dan 2025. Situasi tersebut berpotensi membuat Athletic enggan memberi kelonggaran dalam pembicaraan untuk Laporte.

Di sisi lain, Barcelona belum menjadikan perekrutan bek tengah sebagai agenda paling mendesak. Klub masih memprioritaskan penguatan lini depan, dengan Julian Alvarez disebut sebagai target utama untuk menggantikan Robert Lewandowski.

Komposisi bek tengah Barcelona yang sudah cukup padat juga dapat memengaruhi keputusan akhir. Penjualan pemain bertahan yang ada kemungkinan perlu terjadi lebih dahulu sebelum klub bergerak serius untuk Romero atau Laporte.

Source: www.liputan6.com
Terkait