Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjatuhkan pilihannya kepada Argentina untuk final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Dukungan itu muncul setelah dua tim lain yang semula masuk daftar jagoannya, Brasil dan Prancis, tersingkir lebih awal.
Bagi Pramono, penampilan Lionel Messi pada semifinal Argentina melawan Inggris menjadi alasan kuat untuk mendukung Argentina. Ia menyoroti dua assist Messi yang berbuah gol, termasuk umpan pada menit-menit akhir kepada Lautaro Martinez.
Dari tiga jagoan, Argentina jadi pilihan akhir
Pramono sebelumnya memiliki tiga tim unggulan dalam turnamen tersebut, yakni Brasil, Argentina, dan Prancis. Brasil menjadi pilihan pertama, Argentina berada di urutan kedua, sedangkan Prancis menjadi jagoan ketiganya.
| Tim | Posisi dalam pilihan Pramono | Perjalanan di turnamen |
|---|---|---|
| Brasil | Jagoan pertama | Kalah dari Norwegia |
| Argentina | Jagoan kedua | Melaju ke final melawan Spanyol |
| Prancis | Jagoan ketiga | Gugur di semifinal melawan Spanyol |
Setelah Brasil kalah dari Norwegia dan Prancis dihentikan Spanyol di semifinal, Argentina menjadi satu-satunya tim pilihannya yang bertahan. Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari.
Menurut laporan bola.bisnis.com, Pramono menyampaikan pilihannya saat berada di Balai Kota DKI Jakarta pada 16 Juli 2026. Ia menilai perhatian publik terhadap sepak bola sedang sangat besar menjelang laga puncak tersebut.
Assist Messi dan ingatan soal Tangan Tuhan
Momen yang paling membekas bagi Pramono datang dalam pertandingan semifinal Argentina melawan Inggris. Ia merasakan euforia ketika Messi mengirim umpan kepada Lautaro Martinez pada fase akhir pertandingan hingga menghasilkan gol.
Pramono kemudian membandingkan peran Messi dengan salah satu momen paling terkenal dalam sejarah Argentina di Piala Dunia. Perbandingan itu merujuk pada gol Diego Maradona pada Piala Dunia 1986 yang dikenal sebagai “Tangan Tuhan”.
“Kalau dulu ada ‘tangan Tuhan’ sekarang ada kaki Messi yang dua kali assist yang terjadi gol menurut saya luar biasa,” ujar Pramono. Ucapan itu menegaskan kekagumannya pada kontribusi Messi dalam membawa Argentina melewati laga semifinal.
Ia juga menyinggung cerita lama yang melibatkan Messi dan pemain muda Spanyol, Lamine Yamal. Pramono menyebut Messi pernah memandikan Yamal ketika pemain Spanyol tersebut masih bayi, sebuah momen yang kini banyak dikenang publik.
ASN boleh menonton, pekerjaan tetap utama
Final yang berlangsung dini hari membuat perhatian juga tertuju pada kemungkinan ASN Pemprov DKI Jakarta menyaksikan pertandingan. Pramono tidak mempermasalahkan hal tersebut selama aktivitas menonton tidak mengurangi kinerja dan pelaksanaan tugas.
“Sehingga dengan demikian kalau kemudian ada ASN Jakarta yang nonton ya monggo-monggo aja yang penting kerjanya jangan kemudian berkurang walaupun ini pertandingannya dini hari ya,” kata Pramono. Ia menekankan bahwa pertandingan Piala Dunia merupakan momen yang hadir setiap empat tahun sekali.
Pramono juga berencana menghadiri acara nonton bareng final di Jakarta International Stadium atau JIS. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terbuka kepada Argentina dalam duel melawan Spanyol pada laga penentuan.
Source: bola.bisnis.com






