Dari Liga Kampus ke PBB, Dua Mahasiswa Indonesia Usung Kesehatan Mental Sepakbola

Dua mahasiswa Indonesia akan membawa isu kesehatan mental sepakbola ke forum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Mereka terpilih sebagai delegasi dalam program internasional yang menempatkan olahraga sebagai sarana mendukung kesejahteraan dan kepemimpinan anak muda.

Delegasi tersebut berasal dari ekosistem Liga Universitas Coca-Cola, kompetisi yang juga mengusung kampanye Play for Peace. Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pendekatan Football for Mental Health dari Indonesia di panggung internasional.

Dua delegasi dari kampus berbeda

Dua mahasiswa yang dipilih adalah Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung. Keduanya akan mengikuti program bertajuk One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being di United Nations Headquarters.

DelegasiKampusPeran dan pengalaman
Elang Cikal BrajanantaSTKIP PasundanKapten tim STKIP Pasundan di Liga Universitas Coca-Cola 2026; menekuni sepakbola kompetitif lebih dari 13 tahun
M. Elyas Aryo SaputroInstitut Teknologi BandungPresiden PS ITB; memimpin organisasi sepakbola mahasiswa dengan lebih dari 150 anggota

Elang memandang penugasan tersebut sebagai kehormatan sekaligus amanah besar. “Terpilih sebagai delegasi melalui Liga Universitas Coca-Cola untuk mewakili Indonesia di program One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health di New York merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya,” kata Elang.

Agenda utama delegasi Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026. Dalam forum itu, mereka akan memperkenalkan penerapan Football for Mental Health melalui kegiatan Liga Universitas.

Sepakbola sebagai ruang dukungan generasi muda

Program di PBB tersebut menyoroti peran sepakbola dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan generasi muda. Selain itu, olahraga ini juga ditempatkan sebagai medium untuk mendorong perdamaian serta membangun kepemimpinan anak muda.

Pendekatan yang dibawa delegasi Indonesia berangkat dari aktivitas sepakbola di lingkungan mahasiswa. Fokusnya adalah menunjukkan bahwa kompetisi dan komunitas olahraga dapat berjalan seiring dengan perhatian terhadap kondisi mental generasi muda.

Menurut sport.detik.com, pemilihan Elang dan Elyas dilakukan melalui proses seleksi berbasis merit. Proses itu melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, United Nations Resident Coordinator Office Indonesia, serta penyelenggara Liga Universitas.

Latar belakang kedua delegasi menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses tersebut. Elang membawa pengalaman sebagai pemain dan kapten tim, sedangkan Elyas memiliki pengalaman memimpin organisasi sepakbola mahasiswa.

Kampanye Play for Peace

Direktur Garuda Gemah Nusantara Rizky Aidi menyatakan pihaknya bangga dapat mengirimkan delegasi muda ke program tersebut. Ia menyebut partisipasi itu menjadi bagian dari UN Youth Programme bertema One World, One Game, One Goal.

“Melalui Liga Universitas Coca-Cola, kami berkomitmen menyediakan platform aktivitas mahasiswa yang tahun ini menyuarakan kampanye Play for Peace sekaligus mengawal isu kesehatan mental generasi muda (youth mental health),” ujar Rizky.

Keberangkatan delegasi Indonesia ke Amerika Serikat turut didukung Qatar Airways sebagai Official Airline Partner. Kolaborasi tersebut membawa pesan bahwa sepakbola dapat digunakan untuk mendorong kesehatan mental dan pengembangan generasi muda.

Rizky juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan delegasi tersebut, termasuk Qatar Airways. Ia berharap kolaborasi itu dapat menginspirasi pemuda untuk membawa perubahan positif di tingkat internasional.

Partisipasi Elang dan Elyas mempertemukan pengalaman organisasi kampus, sepakbola kompetitif, dan isu kesejahteraan anak muda dalam satu agenda global. Melalui forum PBB, delegasi Indonesia akan menyampaikan bagaimana aktivitas sepakbola mahasiswa dapat menjadi bagian dari percakapan tentang kesehatan mental.

Source: sport.detik.com
Terkait