Pelatih timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, baru-baru ini mengumumkan daftar 30 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Jakarta. Namun, keputusan untuk tidak menyertakan dua pemain naturalisasi, Dion Markx dan Tim Geypens, langsung menimbulkan tanda tanya di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Kedua pemain ini baru saja memperoleh status Warga Negara Indonesia (WNI) pada Februari 2025 dan memiliki pengalaman bermain di liga sepak bola Eropa, tetapi tetap tak mendapatkan kesempatan untuk memperkuat skuad Merah Putih di ajang bergengsi tersebut.
TC ini akan berlangsung dari 20 Juni hingga 14 Juli 2025 sebagai persiapan untuk Piala AFF U-23, di mana Indonesia bertindak selaku tuan rumah. Dalam sesi latihan ini, beberapa nama sudah dikenal baik, seperti Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas, dan Hokky Caraka, sedangkan satu-satunya pemain naturalisasi yang dipanggil adalah Jens Raven. Keputusan ini menunjukkan kebijakan seleksi yang ketat dari pelatih, meskipun Dion Markx sendiri baru saja tampil dalam dua pertandingan di liga Belanda bersama Top Oss, sedangkan Tim Geypens telah berpartisipasi dalam 15 laga bersama FC Emmen.
Ketidakhadiran kedua pemain ini memicu beragam reaksi netizen. “Dion dan Geypens gunanya apa dinaturalisasi kalau tidak dipanggil?” tulis salah satu pengguna media sosial. Komentar semacam ini mencerminkan kekhawatiran mengenai tujuan dari proses naturalisasi jika para pemain tersebut tidak diberikan peluang untuk menunjukkan kemampuan mereka di level timnas. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat positif, dengan harapan bahwa mereka akan fokus menjalani pramusim dengan klub masing-masing dan dipersiapkan untuk memanggil mereka di kualifikasi Piala Asia U-23.
Gerald Vanenburg sendiri menjelaskan bahwa TC ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang yang baik mengingat kompetisi lokal sedang tidak berlangsung. Ia menekankan pentingnya dukungan dari klub-klub Liga 1 untuk mengoptimalkan program ini. “Kami punya waktu yang panjang dan cukup untuk mempersiapkan tim, ini hal yang bagus,” ujarnya. Vanenburg berharap bisa menjalin hubungan yang lebih baik dengan klub dalam rangka membantu para pemain berkembang lebih baik sebelum kompetisi berlangsung.
Piala AFF U-23 2025 yang dijadwalkan mulai 15 Juli mendatang akan diikuti oleh sepuluh tim yang dibagi ke dalam tiga grup. Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam, sementara Grup B diisi oleh Vietnam, Kamboja, dan Laos, dan Grup C terdiri dari Thailand, Myanmar, serta Timor Leste. Ketersediaan pemain berkualitas sangat penting untuk meningkatkan performa tim, sehingga kehadiran Dion Markx dan Tim Geypens di masa mendatang masih diharapkan.
Sementara itu, keputusan untuk tidak memanggil kedua pemain ini tetap menjadi teka-teki. Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik kebijakan tersebut. Namun, pelatih dan staf teknis mungkin mempertimbangkan banyak aspek sebelum membuat keputusan final. Hal ini termasuk penilaian performa dan kesiapan fisik serta mental pemain setelah menjalani kompetisi di liga mereka masing-masing.
Meskipun tidak ikut serta dalam TC saat ini, masa depan Dion Markx dan Tim Geypens di timnas U-23 Indonesia masih terbuka lebar. Para penggemar berharap mereka akan segera mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri dan berkontribusi kepada tim nasional di pentas internasional. Ke depannya, diharapkan pihak manajemen timnas bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai pilihan pemain dan olahraga sepak bola jenis ini demi kemajuan tim Indonesia ke arah yang lebih baik.





