Alan Shearer Kecam Laga Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026, Sebut Demi Uang

Alan Shearer melontarkan kritik keras terhadap FIFA karena tetap menggelar laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026. Legenda Inggris itu menilai pertandingan tersebut tidak memberi manfaat berarti bagi pemain yang baru gagal mencapai final.

Menurut Shearer, alasan utama laga itu dipertahankan adalah potensi pemasukan tambahan. Ia menilai kepentingan finansial telah mengalahkan perhatian terhadap kondisi fisik dan mental pemain.

Prancis dan Inggris Sama-sama Datang dengan Kekecewaan

Laga perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Prancis dan Inggris di Miami Stadium pada Minggu, 19 Juli 2026. Kedua tim memasuki pertandingan ini setelah menelan kekalahan pada babak semifinal.

TimHasil SemifinalLawan di Perebutan Ketiga
PrancisKalah 0-2 dari SpanyolInggris
InggrisKalah 1-2 dari ArgentinaPrancis

Prancis tersingkir setelah kalah 0-2 dari Spanyol di empat besar. Inggris juga gagal melaju setelah kalah 1-2 dari juara bertahan Argentina, meski sempat unggul lebih dahulu.

Kondisi tersebut membuat pertandingan perebutan posisi ketiga dipandang sulit membangkitkan motivasi para pemain. Target utama kedua tim adalah menjadi juara, bukan sekadar menutup turnamen di peringkat ketiga.

Shearer Menilai Pemain Butuh Waktu Memulihkan Diri

Shearer menilai para pemain seharusnya diberi kesempatan untuk memulihkan diri setelah kekecewaan di semifinal. Ia juga menyoroti beban fisik yang masih harus ditanggung ketika mereka kembali dimainkan.

“Untuk apa pertandingan ini dimainkan? Hanya untuk satu alasan: untuk menghasilkan lebih banyak uang. Jadi, ini menyedihkan,” ujar Shearer, seperti dikutip Metro.

Dalam pandangannya, FIFA seharusnya mempertimbangkan perasaan para manajer dan pemain sebelum mempertahankan agenda tersebut. Ia yakin banyak pemain lebih memilih segera pulang daripada menjalani satu pertandingan tambahan.

“Anda sudah mendengar para manajer, apa yang mereka rasakan, dan saya cukup yakin jika Anda berbicara dengan salah satu pemain, mereka lebih suka berada di rumah sekarang dan mengatasi kekecewaan serta mencoba untuk berlibur,” jelasnya.

Laga Peringkat Ketiga Sudah Ada Sejak 1934

Perebutan peringkat ketiga telah menjadi bagian dari Piala Dunia sejak edisi 1934. Namun, Shearer menilai format tersebut tidak lagi relevan dalam kondisi sepak bola modern.

Kritik itu muncul karena pertandingan antara Prancis dan Inggris berlangsung saat kedua tim masih membawa luka akibat kegagalan di semifinal. Sport.detik.com melaporkan, laga tersebut tetap dimainkan meski motivasi untuk mengejar posisi ketiga dinilai kecil.

Bagi Shearer, persoalan utama bukan hanya hasil pertandingan, melainkan alasan di balik keberadaannya. Ia melihat laga perebutan posisi ketiga sebagai agenda yang tidak selaras dengan kebutuhan pemain untuk menghadapi kekecewaan dan beristirahat.

Source: sport.detik.com
Terkait