Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menutup penantian gelar hampir satu tahun dengan cara meyakinkan. Ganda putra Indonesia itu menundukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, pada final Japan Open 2026.
Kemenangan tersebut memberi dorongan penting bagi Fajar/Fikri di tengah rangkaian turnamen BWF yang masih menanti sepanjang musim 2026. Mereka berharap trofi di Tokyo menjadi awal kebangkitan untuk kembali memburu gelar berikutnya.
Menang Lurus atas Unggulan Pertama
Final berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, pada Minggu (19/7/2026). Fajar/Fikri mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-17.
| Pertandingan | Pasangan | Hasil |
|---|---|---|
| Final Japan Open 2026 | Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Kim Won-ho/Seo Seung-jae | 21-19, 21-17 |
Hasil itu mengakhiri rentetan tanpa gelar sejak pasangan Indonesia tersebut menjuarai China Open 2025. Gelar di Jepang sekaligus memastikan Indonesia tidak pulang tanpa trofi dari turnamen tersebut.
Menurut laporan www.beritasatu.com, Fajar menilai keberhasilan itu memiliki arti besar setelah penantian panjang sejak gelar terakhir mereka. “Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” kata Fajar.
Disiplin Meredam Permainan Kim/Seo
Kim/Seo dikenal berbahaya, terutama saat mengembalikan bola-bola sulit. Fajar menilai kewaspadaan dan kedisiplinan menjalankan strategi menjadi faktor yang membantu pasangan Indonesia mengatasi permainan agresif lawan.
“Pada pertemuan kali ini kami selalu bisa mewaspadai hal itu dan kami lebih disiplin menerapkan strategi,” ujar Fajar. Pendekatan itu membuat Fajar/Fikri mampu menjaga permainan hingga poin-poin akhir pada kedua gim.
Fikri juga melihat Kim/Seo sebagai pasangan dengan keseimbangan kuat antara bertahan dan menyerang. Namun, ia menilai Fajar/Fikri tampil lebih solid dalam menerapkan rencana permainan yang sudah disiapkan.
“Hanya tadi di lapangan kami bisa lebih solid saja, bisa lebih bisa dominan melakukan strategi dengan tepat,” kata Fikri. Ia menambahkan komunikasi dengan rekan dan pelatih berjalan baik dari awal hingga akhir pertandingan.
Gelar Bermakna untuk Keluarga dan Pendukung
Trofi Japan Open 2026 memiliki arti personal bagi Fajar. Ia mempersembahkan gelar tersebut kepada istrinya karena menjadi gelar pertama yang diraihnya setelah menikah.
“Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah,” ujar Fajar. Persembahan itu menjadi bagian dari makna khusus kemenangan mereka di Tokyo.
Bagi Fikri, gelar ini merupakan yang pertama pada 2026. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai buah dari kesabaran, sekaligus dipersembahkan untuk keluarga, orang-orang terdekat, dan para pendukung.
“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai dan seluruh suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” ucap Fikri.
Japan Open 2026 merupakan ajang BWF World Tour Super 750 yang memberi Fajar/Fikri modal berharga untuk menghadapi turnamen berikutnya. Kemenangan atas pasangan peringkat satu dunia juga memperkuat keyakinan mereka untuk menjaga momentum pada sisa musim ini.
Source: www.beritasatu.com






