Spanyol menutup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Argentina, tetapi angka-angka pertandingan menunjukkan jarak yang sangat lebar. La Roja menguasai laga dari awal hingga akhir sebelum Ferran Torres memastikan gelar melalui gol pada menit ke-106.
Final yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB itu berjalan hingga masa tambahan waktu. Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, sementara Spanyol terus menekan lewat penguasaan bola yang dominan.
Statistik Memperlihatkan Kendali Spanyol
Spanyol memegang 65 persen penguasaan bola dan menciptakan 20 percobaan sepanjang pertandingan. Sebanyak 12 di antaranya mengarah ke gawang Argentina, menggambarkan tekanan yang terus dibangun pasukan Luis de la Fuente.
Di sisi lain, Argentina hanya menguasai 35 persen bola dan melepaskan dua percobaan. Tidak ada satu pun upaya Albiceleste yang mengarah ke gawang Spanyol.
| Aspek | Spanyol | Argentina |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 65 persen | 35 persen |
| Total percobaan | 20 | 2 |
| Percobaan tepat sasaran | 12 | 0 |
| Pelanggaran | 21 | 24 |
| Kartu kuning | 0 | 7 |
Perbedaan tersebut membuat Argentina kesulitan keluar dari tekanan dan membangun ancaman berarti. Gol Torres pada menit ke-106 akhirnya menjadi pembeda dalam final yang didominasi Spanyol.
Argentina Kehilangan Ketajaman dan Disiplin
Selain minim ancaman di depan gawang, Argentina juga memainkan laga dengan intensitas keras. Juara Piala Dunia 2022 itu tercatat melakukan 24 pelanggaran dan menerima tujuh kartu kuning.
Satu kartu kuning diberikan kepada Enzo Fernandez dan membuatnya terkena akumulasi. Leandro Paredes juga menerima kartu merah setelah pertandingan berakhir.
Spanyol tidak sepenuhnya lepas dari permainan keras karena melakukan 21 pelanggaran. Namun, seluruh pelanggaran mereka tidak berujung hukuman kartu dari wasit.
Catatan disiplin itu mempertegas kontras di lapangan. Spanyol mampu menjaga kontrol permainan tanpa kartu, sedangkan Argentina harus menghadapi banyak gangguan akibat pelanggaran dan hukuman disiplin.
Gelar Dunia Kedua untuk La Roja
Kemenangan ini membuat Spanyol mengoleksi dua gelar Piala Dunia. Gelar pertama mereka diraih pada 2010 setelah menang 1-0 atas Belanda di final.
Seperti keberhasilan pada 2010, Spanyol kembali meraih trofi lewat skor 1-0 di laga puncak. Bedanya, final kali ini ditentukan Ferran Torres pada masa tambahan waktu melawan Argentina.
Menurut data pertandingan yang dilaporkan sport.detik.com, keunggulan Spanyol tidak hanya terlihat pada gol penentu. Dominasi bola, jumlah percobaan, dan tembakan tepat sasaran menempatkan La Roja sebagai pengendali utama final tersebut.
Argentina datang sebagai juara Piala Dunia 2022, tetapi tidak mampu mengubah penguasaan 35 persen menjadi peluang bersih. Final di East Rutherford pun berakhir dengan Spanyol sebagai juara dan Argentina tanpa tembakan mengarah ke gawang.
Source: sport.detik.com






