Mantan pemain timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, mengambil langkah mengejutkan dengan bergabung bersama klub Liga 2 Indonesia, PSPS Pekanbaru, setelah sebelumnya melatih tim junior di Como, Italia. Kini, Kurniawan diangkat sebagai direktur teknik PSPS, sebuah jabatan yang menandai kembali ke dunia sepak bola Indonesia setelah beberapa tahun berkarir di luar negeri.
Keputusan Kurniawan, yang dikenal dengan julukan "Kurus," untuk meninggalkan Como mengejutkan banyak pihak. Ditemui dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan penyebab di balik keputusannya tersebut. "Como sudah tidak lagi, karena waktu itu resign pas bergabung ke timnas (U20), dan untuk timnas masih belum ada pemanggilan," ungkap Kurniawan kepada ANTARA, memberi penjelasan mengenai situasi yang dihadapinya saat itu.
Kurniawan Dwi Yulianto merupakan sosok yang cukup berpengalaman dalam dunia pelatihan. Selama di Como, ia menghabiskan tiga tahun sebagai pelatih tim junior, namun setelah mundur dari posisi itu, ia sempat terlibat sebagai asisten pelatih timnas U20 untuk Piala Asia U20 2025. Sayangnya, hasil yang didapat timnas di turnamen tersebut belum optimal, di mana Indonesia gagal lolos dari fase grup.
Kini, dengan perannya di PSPS, Kurniawan berharap dapat membawa klub tersebut meraih kesuksesan. Pada musim lalu, PSPS berada selangkah dari promosi ke Liga 1 tetapi harus mengakui kekalahan di playoff dari Persijap Jepara. Pengalaman Kurniawan yang luas di sepak bola profesional diyakini akan memberikan dampak positif bagi tim yang baru saja ia pimpin.
Perjalanan Karir Kurniawan
Kurniawan Dwi Yulianto memulai karir sepak bolanya sejak muda dan pernah mencicipi kompetisi di Eropa, termasuk bermain untuk klub seperti Sampdoria dan FC Luzern. Di level klub, ia mencatatkan 406 penampilan dan mencetak 200 gol. Selain itu, sebagai penyerang yang produktif, Kurniawan dikenal dengan kontribusinya di Tim Nasional Indonesia, di mana ia berhasil mencetak 33 gol dalam 59 penampilan.
Setelah pensiun sebagai pemain profesional, Kurniawan tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia terus aktif sebagai pelatih dan memiliki lisensi AFC Pro. Sebelum bergabung dengan PSPS, Kurniawan juga berkarir di Sabah FC sebagai pelatih kepala.
Tantangan di Liga 2
PSPS Pekanbaru memiliki ambisi besar untuk menghapus kenangan pahit dari musim lalu dan berhasil promosi ke Liga 1. Kurniawan akan menghadapi tantangan besar dalam menjalankan perannya sebagai direktur teknik, terutama dalam memperkuat tim dan meningkatkan kualitas pemain. Dengan pengalaman dan pengetahuannya, Kurniawan diharapkan mampu menciptakan strategi yang efektif dan membawa tim meraih hasil optimal.
Dalam menjalani debutnya di PSPS, Kurniawan juga akan memfokuskan perhatian pada pembinaan pemain muda. Dia menyadari bahwa klub yang sukses dibangun dari generasi pemain yang berpotensi. Dengan demikian, harapan ke depan adalah mampu melahirkan pemain-pemain berbakat yang dapat memperkuat tim, bukan hanya untuk Liga 2 tetapi juga untuk level yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Kurniawan juga harus bersiap menghadapi tekanan yang datang dari publik dan media. Sebagai sosok yang dikenal di dunia sepak bola Indonesia, ekspektasi tinggi pasti akan menyertai langkahnya. Namun, dengan dedikasi dan komitmen yang telah ditunjukkan selama ini, banyak yang percaya bahwa Kurniawan dapat membawa perubahan positif bagi PSPS Pekanbaru.
Dengan demikian, langkah Kurniawan untuk kembali ke sepak bola Indonesia melalui PSPS Pekanbaru menjadi sorotan. Di tengah transisi karirnya, ia menunjukkan bahwa cinta dan dedikasi terhadap sepak bola selalu menjadi prioritas utama. Kini, semua mata tertuju pada upaya terbarunya untuk memberikan warna baru bagi klub yang penuh ambisi.





