PSIM Yogyakarta Tarik Adrian Purzycki, Gelandang Polandia untuk Menjaga Keseimbangan

Author: Qoo Media

PSIM Yogyakarta menambah kekuatan di sektor yang krusial menjelang Super League 2026/2027. Laskar Mataram merekrut gelandang bertahan asal Polandia, Adrian Purzycki, untuk memberi keseimbangan pada permainan tim.

Kehadiran pemain berusia 29 tahun itu diharapkan membantu PSIM menjaga area tengah sekaligus memperlancar transisi dari bertahan menuju menyerang. Dengan tinggi 183 sentimeter, Adrian membawa profil fisik dan pengalaman yang dinilai sesuai dengan kebutuhan skuad.

Rekrutan untuk kebutuhan taktik

Manajer PSIM Iksan Mahar menyatakan perekrutan Adrian merupakan bagian dari strategi yang disusun bersama tim pelatih. Keputusan tersebut mengacu pada kebutuhan taktik pelatih kepala Jean-Paul van Gastel.

“Seluruh perekrutan pemain asing musim ini merupakan hasil pembahasan antara manajemen dan tim pelatih. Adrian didatangkan karena profil serta kualitasnya sesuai dengan kebutuhan taktikal yang diinginkan pelatih,” kata Iksan dalam rilis yang diterima pada Selasa, 21 Juli 2026.

PSIM memandang lini tengah sebagai salah satu area yang perlu diperkuat sebelum memasuki kompetisi musim mendatang. Peran Adrian diproyeksikan tidak hanya untuk menjaga keseimbangan, tetapi juga mendukung perubahan fase permainan tim.

Aspek Informasi
Nama Adrian Purzycki
Usia 29 tahun
Posisi Gelandang bertahan
Kebangsaan Polandia
Tinggi badan 183 sentimeter

Bekal pengalaman dari Eropa

Adrian lahir di Siedlce, Polandia, dan memiliki latar belakang pembinaan di akademi Fortuna Sittard serta Wigan Athletic. Ia juga pernah memperkuat Odra Opole dalam perjalanan kariernya di Eropa.

Pemain tersebut tercatat pernah membela tim nasional Polandia pada kelompok usia. Pengalaman itu menjadi salah satu bagian dari profil yang dipertimbangkan PSIM saat memilih pemain asing untuk musim ini.

Menurut laporan www.suara.com, kepindahan ke PSIM akan menjadi pengalaman pertama Adrian menjalani karier di Asia. Ia menyebut lingkungan baru di Indonesia sebagai tantangan yang ingin dijalani.

“Indonesia dan Asia adalah lingkungan baru bagi saya. Ini merupakan tantangan yang ingin saya jalani, dan saya berharap bisa langsung memberikan dampak positif bagi tim,” ujar Adrian.

Persiapan menghadapi adaptasi

Adrian mengaku telah menjalani program latihan fisik selama dua bulan terakhir untuk mendukung proses adaptasinya. Ia menilai perbedaan cuaca tidak akan menghalanginya untuk tampil maksimal bersama PSIM Yogyakarta.

“Saya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Cuacanya memang berbeda, tetapi saya yakin bisa beradaptasi dan akan selalu memberikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan,” katanya.

Selain menyiapkan kondisi fisik, Adrian turut menyampaikan salam kepada pendukung PSIM, Brajamusti dan The Maident. Ia berharap dapat menjalani musim yang baik bersama suporter serta membawa Laskar Mataram meraih hasil membanggakan di Super League 2026/2027.

“Saya ingin menyapa seluruh suporter PSIM. Semoga kita bisa menjalani musim yang baik dan meraih hasil yang membanggakan bersama,” ujarnya.

Source: www.suara.com
Terbaru