Mario Balotelli Tak Menyesal, Ungkap Pernah Hampir ke Juventus usai dari Manchester City

Mario Balotelli mengungkap bahwa dirinya pernah nyaris bergabung dengan Juventus setelah meninggalkan Manchester City. Namun, penyerang Italia itu pada akhirnya memilih melanjutkan karier bersama AC Milan.

Pengakuan tersebut membuka kembali salah satu persimpangan penting dalam perjalanan karier Balotelli di sepak bola Italia. Ia menegaskan keputusan menuju Milan bukan hal yang disesalinya.

Nyaris Berseragam Juventus

Balotelli membenarkan adanya peluang untuk pindah ke Juventus ketika membahas masa lalunya. “Apakah saya pernah hampir bergabung dengan Juventus di masa lalu? Ya, setelah Manchester City,” katanya.

Transfer itu tidak terwujud karena ia akhirnya memilih AC Milan sebagai tujuan berikutnya. “Kemudian saya akhirnya bergabung dengan Milan, jadi tidak ada penyesalan, itu adalah sebuah pilihan,” ujar Balotelli.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Juventus sempat menjadi opsi nyata dalam karier pemain yang pernah memenangi Golden Boy 2010 tersebut. Akan tetapi, jalurnya berubah dan Balotelli melanjutkan kiprahnya bersama klub rival Juventus di Serie A.

Menolak Menyesali Masa Muda

Selain membahas peluang transfer, Balotelli juga menanggapi kritik yang selama ini mengikuti kariernya. Ia mengakui pernah melakukan kesalahan ketika masih muda, tetapi menilai pengalaman itu membentuk dirinya.

“Saya melakukan beberapa hal bodoh, saya adalah seorang pemuda yang bersemangat, ada sedikit pelecehan,” kata Balotelli kepada SportMediaset. Pernyataan tersebut dikutip Goal English dan diberitakan bola.kompas.com.

Balotelli menegaskan bahwa ia tidak ingin menyesali fase tersebut. Menurutnya, berbagai kesalahan di masa muda justru menjadi bagian dari proses pertumbuhan pribadi.

“Saya tidak menyesalinya karena hal itu membuat saya tumbuh,” lanjutnya. Ia juga menyatakan memiliki hati nurani yang bersih karena tidak pernah berniat menyakiti siapa pun.

Nama Balotelli memang kerap menjadi perhatian bukan hanya karena aksinya di lapangan. Salah satu insiden yang lekat dengannya adalah menyalakan kembang api di kamar mandi ketika berkarier di Inggris.

Karier yang Diwarnai Trofi dan Sorotan

Di balik kontroversi di luar lapangan, Balotelli memiliki rekam jejak yang menonjol bersama sejumlah klub besar Eropa. Ia melejit bersama Inter Milan, klub yang memberinya sejumlah trofi di kompetisi Italia.

Balotelli kemudian meraih gelar juara bersama Manchester City. Ia juga mencatatkan penampilan produktif ketika membela AC Milan.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan kariernya selalu berada di bawah sorotan besar. Ketajamannya sebagai penyerang kerap berjalan beriringan dengan perhatian terhadap perilakunya di luar pertandingan.

Prihatin terhadap Timnas Italia

Dalam wawancara yang sama, Balotelli turut menyinggung kondisi tim nasional Italia. Ia prihatin karena Italia telah lama absen mencetak gol di panggung Piala Dunia dan gagal lolos ke tiga edisi terakhir turnamen tersebut.

“Ini bukan sesuatu yang patut dibanggakan, melainkan hal yang menyedihkan. Terlalu banyak tahun telah berlalu,” kata Balotelli.

Saat berkarier di Uni Emirat Arab bersama Al Ittifaq, Balotelli pun kembali melihat perjalanan panjangnya dengan pandangan yang tegas. Bagi mantan penyerang Inter Milan itu, keputusan memilih AC Milan ketimbang Juventus tetap menjadi pilihan yang dapat ia terima tanpa penyesalan.

Source: bola.kompas.com
Terkait