Liverpool Jadi Korban Pembalasan AC Milan, Takluk 2-4 di Hong Kong

Liverpool menjadi korban pembalasan AC Milan setelah mengalami kekalahan 2-4 di Stadion Kai Tak, Hong Kong pada Sabtu malam, 26 Juli. Kemenangan ini datang tepat setelah Milan menelan kekalahan tipis 0-1 dari Arsenal di Singapura, menunjukkan bahwa tim asuhan Massimiliano Allegri berhasil bangkit dengan baik.

Pertandingan ini dimulai dengan gol cepat dari Rafael Leao yang membuka skor untuk Milan pada menit ke-10. Leao juga menjadi bintang dalam pertandingan ini, menunjukkan performa cemerlang setelah dimainkan sebagai penyerang tengah oleh Allegri. Ia mampu memanfaatkan peluang dengan baik, memberi timnya keunggulan awal yang penting.

Liverpool berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-26 melalui gol indah dari Dominik Szoboszlai. Umpan matang dari Ryan Gravenberch kepada Ngumoha memicu serangan tersebut. Ngumoha mengoper bola ke Szoboszlai yang berada di tepi kotak penalti, dan pemain asal Hungaria tersebut melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu ditepis oleh kiper Milan, Mike Maignan.

Namun, Milan tidak membiarkan Liverpool berlama-lama merasakan kebangkitan. Ruben Loftus-Cheek mengembalikan keunggulan bagi Rossoneri dengan mencetak gol pada menit ke-52, diikuti oleh Noah Okafor yang mencetak dua gol pada menit ke-59 dan 90+4. Gol-gol ini menjadi penegasan dominasi Milan di lapangan dan menegaskan bahwa mereka siap menghadapi musim mendatang.

Cody Gakpo dari Liverpool mencetak gol penghibur pada menit ke-90+3 dengan sundulan setelah menerima umpan dari Ibrahima Konate. Meskipun hasil akhir tidak berpihak kepada mereka, gol tersebut menjadi titik kecil kebangkitan bagi Liverpool di pengujung laga. Namun, secara keseluruhan, kinerja mereka tidak cukup untuk menahan gempuran serangan Milan.

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengapresiasi performa timnya yang menunjukkan peningkatan signifikan. Ia menyoroti bahwa sikap proaktif para pemain di lapangan selama periode pramusim sangat berpengaruh. “Hal terbaik dan terpenting adalah mereka memiliki sikap proaktif dalam 20 hari pertama latihan pra-musim. Ini adalah hasil dari usaha keras mereka,” ungkap Allegri.

Khusus mengenai penampilan Leao, Allegri menambahkan, “Leao bermain sangat baik sebagai penyerang tengah. Saya pikir dia sedang berkembang, dan berada di usia yang tepat untuk menjalani musim yang kuat.” Penilaian ini menunjukkan bahwa Milan telah menemukan formula yang tepat untuk memaksimalkan potensi para pemainnya.

Ruben Loftus-Cheek, yang turut mencetak gol, juga menyampaikan pandangannya terhadap pertandingan ini. Ia mengatakan bahwa kemenangan ini merupakan langkah signifikan bagi Milan. “Senang bermain melawan tim Liga Primer Inggris dan luar biasa bermain melawan Liverpool. Malam ini adalah langkah maju bagi kami dalam membangun kepercayaan diri dan bermain sebagai tim,” katanya.

Kekalahan ini menjadi tantangan bagi Liverpool untuk segera bangkit sebelum memasuki kompetisi sesungguhnya. Tim yang dilatih Jürgen Klopp diharapkan dapat menemukan kembali bentuk permainan terbaik mereka menjelang musim baru.

Dengan hasil ini, jelas bahwa AC Milan berhasil menegaskan dirinya sebagai kekuatan yang perlu diperhitungkan, tidak hanya di level domestik tetapi juga di panggung Eropa. Performa impresif di pramusim ini memberikan sinyal positif bagi seluruh pendukung mereka menjelang kompetisi yang lebih ketat.

Terkait