Justin Hubner Ungkap Sisi Gelap dalam Usahanya Bela Timnas Indonesia

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, baru-baru ini mengungkap sisi gelap dari popularitas yang didapatnya setelah dinaturalisasi oleh PSSI. Meskipun mengalami lonjakan ketenaran, ia harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk serangan kebencian dan ancaman pembunuhan yang diterimanya melalui media sosial.

Sejak melakukan debutnya bersama Timnas Indonesia di awal tahun 2024, nama Hubner langsung menjadi sorotan publik. Saat ini, ia memiliki sekitar 3,8 juta pengikut di Instagram, sehingga membuatnya merasa seolah-olah menjadi seorang megabintang seperti Cristiano Ronaldo di Indonesia. Dalam wawancaranya dengan media Belanda, NOS, Hubner menyatakan, “Saya benar-benar punya status bintang di sana. Kamu tidak bisa berjalan normal; rasanya seperti Ronaldo.”

Namun, di balik semua popularitas tersebut, dia harus menghadapi konsekuensi yang tidak menyenankan. Hubner menggambarkan bahwa meskipun ada banyak sisi positif dari ketenaran, termasuk tawaran syuting dan berbagai acara, dia tetap rutin menerima komentar negatif. “Syuting, followers, dan event itu sisi baiknya. Tapi saya juga sering dapat hate dan ancaman, bahkan death threats. Saya berusaha mengabaikan hal buruk dan fokus ke komentar positif,” ujarnya.

Debut Gemilang di Fortuna Sittard

Performa Hubner di lapangan semakin menarik perhatian setelah ia tampil kokoh dalam laga perdana di Eredivisie 2025/2026 melawan Go Ahead Eagles pada 9 Agustus. Ia berhasil bermain penuh selama 90 menit sebagai bek tengah dan mendapat rating 7,5 dari FotMob, menunjukkan kemampuannya dalam menjaga pertahanan tim. Pertandingan tersebut juga menjadi menarik karena mempertemukannya dengan rekan setim di Timnas, Dean James, yang juga menunjukkan performa baik dengan mencetak satu assist.

Keputusan Berani Menolak Tawaran di Indonesia

Sebelum melangkah ke Fortuna Sittard, Hubner mengungkapkan bahwa ia sempat mendapatkan beberapa tawaran dari klub Liga Super Indonesia yang cukup menggiurkan. Namun, ia memilih untuk tetap bertahan di Eropa demi pengembangan karier jangka panjang. “Saya bisa saja memilih uang, tapi saya pikir ini pilihan terbaik untuk karier saya. Di usia saya, menit bermain adalah hal terpenting,” jelasnya.

Dengan semangat yang tinggi, Hubner berharap dapat terus mendapatkan menit bermain di Eredivisie dan menunjukkan kinerja yang membanggakan di lapangan untuk Timnas Indonesia. Dia ingin membuktikan bahwa popularitas yang didapatnya sebanding dengan kualitas dan dedikasinya dalam bermain sepak bola.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ketenaran bisa membawa keuntungan, tantangan yang dihadapi tidak kalah serius. Bagi seorang atlet seperti Hubner, keseimbangan antara ketenaran dan keberlanjutan karier olahraga menjadi sangat krusial.

Tekad dan ketahanan mental Hubner menjadi contoh bagi banyak pemain muda yang bercita-cita untuk sukses. Kondisi ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga sikap positif dan mengatasi negativitas yang muncul dalam dunia yang penuh tekanan. Terlepas dari tantangan yang ada, Justin Hubner terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi tim dan penggemarnya di Tanah Air.

Terkait