
Perjalanan Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 harus berakhir lebih cepat dari harapan setelah mereka harus tersingkir di babak kedua. Pasangan ganda campuran Indonesia itu kalah dua game langsung dari unggulan kelima asal Hong Kong, Tang Chung Man dan Tse Ying Suet, dengan skor 21-16 dan 21-14.
Pertandingan yang berlangsung di Paris tersebut menunjukkan dominasi pasangan Hong Kong sejak awal. Rinov dan Pitha sudah berusaha maksimal memberikan perlawanan, namun mereka kesulitan menghadapi servis dan permainan Tang/Tse yang sangat rapat serta menguasai ritme pertandingan. “Pertandingan yang cukup baik, lawan yang tidak mudah dan kami sudah bermain maksimal,” ujar Rinov usai laga. Ia menambahkan bahwa servis lawan membuat posisi mereka menjadi tidak nyaman dan memudahkan Tang/Tse untuk terus menekan.
Tekanan yang terus-menerus dari pasangan Hong Kong membuat Rinov/Pitha sering kali terburu-buru ketika mendapatkan peluang menyerang. Hal ini berakibat pada banyaknya bola mudah yang gagal dimanfaatkan. Pitha menyadari kekurangan mereka di aspek ini. “Bola-bola enak saya malah banyak mati-mati sendiri, itu seharusnya bola-bola yang tidak boleh mati,” katanya. Selain itu, beberapa pengembalian bola yang dilakukan Pitha juga dinilai kurang sempurna, sehingga pasangan Indonesia harus kehilangan banyak poin penting.
Tang Chung Man dan Tse Ying Suet yang dikenal sebagai pasangan yang sangat berpengalaman mampu mengendalikan pertandingan dengan baik. Mereka mampu memanfaatkan kesalahan dari Rinov/Pitha untuk memenangkan dua game secara berturut-turut dan memastikan tiket ke babak selanjutnya. Kegagalan ini menjadi pelajaran bagi Rinov/Pitha untuk meningkatkan konsistensi dan ketenangan saat mendapat tekanan dari lawan yang tangguh.
Meski begitu, Rinov dan Pitha tetap menunjukkan semangat juang tinggi selama pertandingan. Mereka mengakui kualitas lawan yang memang unggul dalam aspek permainan servis dan pengembalian bola. “Mereka memang pemain yang sangat berpengalaman, jadi memang punya keunggulan di situ,” tambah Rinov.
Kekalahan ini juga menjadi pengingat bagi tim pelatih dan pemain Indonesia untuk melakukan evaluasi taktik dan teknik guna menghadapi turnamen besar ke depan. Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 masih terus berjalan dengan berbagai pertandingan seru dari atlet-atlet Indonesia lainnya yang berjuang meraih prestasi.
Berbagai pasangan dari Indonesia lain sudah lebih dulu melangkah ke babak kedua, seperti Ana/Tiwi yang berhasil beradaptasi dengan baik dan melewati rintangan awal. Sementara itu, pemain tunggal putra Alwi juga sukses melewati babak pertama, menambah harapan bagi Indonesia di kejuaraan dunia kali ini.
Dengan berakhirnya perjalanan Rinov/Pitha di babak kedua, perhatian kini tertuju pada bagaimana pasangan ini akan mempersiapkan diri untuk ajang-ajang berikutnya. Evaluasi terhadap pola permainan dan ketenangan mental menjadi fokus utama agar lebih siap menghadang para lawan tangguh di masa depan.
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 yang digelar di Paris masih menyisakan laga-laga menarik. Para pecinta bulu tangkis dapat mengikuti perkembangan hasil pertandingan serta perjalanan para atlet Indonesia melalui berbagai platform berita terkini. Langkah Rinov/Pitha memang terhenti, tetapi semangat dan harapan untuk prestasi bulu tangkis Indonesia tetap membara.




