AC Milan saat ini tengah mempertimbangkan untuk merekrut bek asal Jepang, Takehiro Tomiyasu, yang kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Arsenal resmi berakhir pada Juli 2025. Meski jendela transfer Serie A telah ditutup, klub-klub masih memiliki peluang untuk mendatangkan pemain tanpa ikatan kontrak, sehingga peluang Milan untuk mengamankan jasa Tomiyasu masih terbuka lebar.
Tomiyasu bukan nama yang asing di tanah Italia. Sebelumnya, ia memperkuat Bologna dari tahun 2019 hingga 2021 sebelum berlabuh ke Arsenal dengan nilai transfer sekitar €18,6 juta ditambah bonus. Selama empat tahun memperkuat The Gunners, sang pemain hanya tercatat menjalani 84 pertandingan resmi. Satu faktor utama yang menjadi penghambat performa Tomiyasu adalah cedera lutut berkepanjangan yang dialaminya, sehingga memunculkan keputusan kedua belah pihak untuk mengakhiri kontrak secara lebih awal.
Menurut laporan jurnalis transfer Ekrem Konur, kondisi fisik Tomiyasu saat ini menjadi perhatian utama AC Milan. Klub asal ibu kota mode Italia itu ingin memastikan bahwa bek berusia 26 tahun tersebut benar-benar pulih dan fit secara penuh sebelum menawarkan kontrak resmi. Milan berusaha menghindari risiko serupa yang sempat mereka alami sebelumnya, seperti kegagalan mendatangkan Victor Boniface akibat hasil tes medis yang kurang memuaskan.
Jika transfer ini benar-benar terwujud, momen itu akan menjadi kembalinya Tomiyasu ke Serie A, kompetisi yang dikenal sebagai panggung pembinaan kualitasnya selama di Bologna dan yang membawa namanya masuk ke ranah sepak bola Eropa yang lebih luas. Kembalinya Tomiyasu ke liga Italia juga menandai langkah penting dalam kariernya yang sempat terganggu oleh cedera, sekaligus memberi AC Milan opsi tambahan di lini pertahanan mereka.
Berikut beberapa poin penting terkait situasi Takehiro Tomiyasu dan ketertarikan AC Milan:
1. Tomiyasu kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Arsenal diputus pada Juli 2025.
2. Milan tertarik mengamankan pemain tersebut meski bursa transfer Serie A sudah ditutup.
3. Cedera lutut jangka panjang menjadi perhatian utama yang harus dipastikan pulih.
4. Tomiyasu memiliki pengalaman bermain di Serie A dengan rekam jejak cukup baik di Bologna.
5. AC Milan ingin memastikan kondisi fisik Tomiyasu benar-benar prima guna menghindari potensi kegagalan kesepakatan seperti kasus Victor Boniface.
Langkah klub Rossoneri ini juga relevan mengingat kualitas dan fleksibilitas yang dimiliki Tomiyasu pada posisi bek kanan yang saat ini banyak dibutuhkan klub-klub besar. Dengan pengalaman internasional sekaligus adaptasi yang sudah pernah dijalaninya di Serie A, Tomiyasu berpotensi menjadi investasi jangka menengah yang strategis bagi Milan.
Selain itu, keputusan Milan untuk mendekati pemain yang pernah bermain di klub Serie A sebelumnya menegaskan strategi mereka dalam proses seleksi pemain. Mereka lebih memprioritaskan kandidat yang sudah terbukti mampu beradaptasi di kompetisi Italia dan siap memberikan dampak positif meskipun harus melewati proses adaptasi cedera.
Situasi ini juga membuka peluang menarik bagi penggemar AC Milan dan pengamat sepak bola Italia yang mengamati perkembangan transfer pasca jendela resmi. Masa depan Takehiro Tomiyasu menjadi salah satu hal yang patut dicermati karena menunjukan bagaimana klub-klub besar Serie A memanfaatkan bursa transfer bebas kontrak untuk memperkuat skuad mereka.
Dengan catatan pengalaman dan level permainan yang tercatat, serta faktor pemulihan cedera yang tengah dalam pemantauan, Tomiyasu berpeluang mengisi slot pertahanan dengan kualitas yang berbeda. Hal ini sekaligus menambah pilihan taktik bagi pelatih Milan dalam mengarungi kompetisi Serie A dan ajang Eropa musim mendatang.
AC Milan jelas sedang berhati-hati menimbang aspek medis dan performa sebelum melangkah lebih jauh, sehingga proses negosiasi dan pemeriksaan kondisi tubuh pemain akan menjadi kunci dalam kelangsungan potensi transfer ini. Jika semuanya berjalan lancar, kembalinya Tomiyasu ke Serie A tentu akan menjadi berita gembira bagi Milan serta penggemarnya di seluruh dunia.




