Striker anyar Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, memberikan kesan positif usai menjalani latihan perdana bersama skuad Garuda di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Meski merasa senang, pemain FC Volendam ini mengakui bahwa dirinya perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan tingkat latihan dan permainan rekan-rekan barunya.
Dalam latihan pertamanya bersama tim senior, Zijlstra menyebut bahwa sesi latihan yang dijalani terasa menyenangkan dan penuh antusiasme. “Saya perlu beradaptasi dengan level latihan ini,” ujarnya, seperti dikutip dari kanal resmi YouTube Timnas Indonesia. Kehadiran Zijlstra di lini depan dianggap sebagai tambahan kekuatan yang cukup vektor mengingat kualitas pemain yang sudah ada.
Awalnya, pemain berdarah Bandung ini dirancang untuk menjadi andalan Timnas U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Namun, kendala administratif berupa tenggat waktu pendaftaran pemain membuat namanya tidak bisa dimasukkan ke dalam skuad U-23 asuhan Gerald Vanenburg. Situasi ini justru menjadi kesempatan bagi pelatih tim senior Patrick Kluivert untuk lebih dulu memanggil Zijlstra ke agenda FIFA Matchday pada September 2025.
Selain memberi pujian atas kualitas rekan setimnya, Zijlstra juga mengapresiasi kondisi infrastruktur Stadion Gelora Bung Tomo dan cuaca di Surabaya yang dianggap mendukung aktivitas latihan timnas. “Senang bertemu mereka dan lapangannya bagus. Cuacanya juga bagus. Jadi menyenangkan,” tutur Zijlstra.
Pemain kelahiran Belanda ini menegaskan, meski butuh adaptasi, dirinya percaya dapat berkembang lebih baik dengan berlatih bersama para pemain yang memiliki kemampuan mumpuni. “Saya pikir mereka semua bagus. Semua pemain bagus dan saya harus menyesuaikan diri dengan level latihan itu. Tapi bagi saya ini bagus, saya sudah berkembang lebih baik, jadi tidak apa-apa,” tambahnya.
Fokus utama Zijlstra saat ini tertuju pada dua laga uji coba yang segera berlangsung, yaitu kontra Taiwan pada 5 September dan Lebanon pada 8 September mendatang. Kedua pertandingan tersebut menjadi momen penting untuk menunjukkan kemampuan dan integrasi dirinya bersama tim nasional.
Lebih jauh lagi, ia diproyeksikan menjadi sosok strategis dalam skuad Timnas Indonesia yang akan berjuang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober nanti. Di fase ini, Timnas Indonesia akan menghadapi lawan kuat seperti Irak dan Arab Saudi, yang menuntut performa optimal dari setiap pemain, termasuk Zijlstra.
Dengan latar belakang yang solid dan pengalaman berkompetisi di level klub Eropa bersama FC Volendam, Zijlstra diharapkan mampu menambah daya gedor lini serang Garuda. Adaptasi yang ia lakukan saat latihan perdana menandakan kesiapan mental dan fisiknya untuk bersaing di level internasional dengan timnas Indonesia.
Mauro Zijlstra menjadi contoh ambisi tinggi yang dapat menginspirasi para pemain lokal dan naturalisasi dalam meningkatkan kualitas skuad merah putih ke jenjang yang lebih kompetitif. Keikutsertaan dan performanya dalam beberapa pertandingan resmi ke depan akan menjadi barometer bagi pelatih dan publik untuk menilai kontribusinya di tim nasional.
