Petenis asal Belarus, Aryna Sabalenka, berhasil mempertahankan gelar juara US Open 2025 setelah menghadapi perlawanan sengit dari petenis Amerika Serikat, Amanda Anisimova, di final yang digelar pada Sabtu (6/9/2025) waktu setempat. Sabalenka menang dengan skor 6-3 dan 7-6 (3), meski sempat mengalami momen kehilangan fokus yang membuat pertandingan semakin menegangkan.
Momen Krisis di Tengah Pertandingan
Saat pertandingan berlangsung, Sabalenka hampir saja memastikan kemenangan saat berada dua poin dari angka kemenangan. Namun, sebuah kesalahan pada smash overhead membuat bola jatuh ke net, memberikan peluang bagi Anisimova untuk memperbesar kans. Menyikapi hal tersebut, Sabalenka mengaku sempat ragu. "Saya membiarkan keraguan itu merasuki saya,” ujarnya secara jujur setelah laga.
Namun, petenis peringkat atas dunia ini segera menarik napas dalam-dalam dan mencoba mengendalikan emosinya. “Saya berkata pada diri sendiri, ‘Oke, itu sudah terjadi. Mari fokus ke poin berikutnya’,” tambah Sabalenka sembari memulihkan konsentrasinya. Keputusan tersebut akhirnya membawanya melewati tekanan dan menyelesaikan pertandingan dengan baik.
Pengalaman Menguatkan Mental Juara
Sabalenka mengakui bahwa dua kali sepanjang pertandingan ia hampir kehilangan kendali, namun tekad kuatnya mengatasi tekanan menjadi kunci kemenangan. "Ada dua momen di mana saya hampir kehilangan kendali. Namun, saya berkata pada diri sendiri, ‘Tidak, itu tidak akan terjadi. Semuanya baik-baik saja,’” jelasnya.
Selain dari tekanan pertandingan final, Sabalenka juga membawa pelajaran berharga dari pengalaman kekalahan di final turnamen Grand Slam lain pada musim ini. Setelah kekalahan di final Australia Terbuka dan Prancis Terbuka 2025, Sabalenka menyatakan bahwa ia memilih untuk mundur sejenak dan belajar dari kegagalannya. “Saya sadar mungkin sudah waktunya mundur sejenak dan belajar dari kekalahan. Saya tidak ingin itu terulang lagi dan lagi,” ungkap sang juara.
Catatan Penting Dari Gelar US Open 2025
Kemenangan ini membuat Aryna Sabalenka menjadi petenis putri pertama sejak Serena Williams (2012–2014) yang berhasil mempertahankan gelar US Open selama dua tahun berturut-turut. Keberhasilan ini juga menjadi momen penting bagi Sabalenka agar terhindar dari rekor negatif, dimana ia bukan menjadi petenis pertama sejak Justine Henin di tahun 2006 yang kalah di tiga final Grand Slam dalam satu musim.
Hasil pertandingan final US Open 2025 pun menandai trofi Grand Slam keempat dalam karier Sabalenka. Dengan kerja keras dan keberanian untuk tetap fokus meski menghadapi tekanan berat, Sabalenka menunjukkan mental juara kelas dunia yang menjadi modal besar untuk mengejar gelar-gelar selanjutnya.
Impian dan Harapan ke Depan
Menilik performa konsisten Sabalenka, kemenangan di US Open kali ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan dirinya menjelang turnamen-turnamen besar berikutnya. Selain itu, dirinya juga menginspirasikan banyak petenis muda bahwa kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah proses pembelajaran. Semangat dan kemenangannya di New York pada 2025 mencerminkan kualitas dan pengalaman yang terus ia asah dalam dunia tenis internasional.




