Timnas Indonesia U-23 harus menelan kekecewaan besar usai dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Dalam babak kualifikasi, Garuda Muda mengakhiri perjuangan mereka di posisi runner-up Grup J dengan koleksi 4 poin dari tiga pertandingan, yakni sekali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Hasil ini tidak cukup mengantar Indonesia melaju ke putaran final yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 7–25 Januari 2026.
Performa Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi
Skuad asuhan pelatih Gerald Vanenburg sempat menorehkan kemenangan dan menarik perhatian publik sepak bola nasional. Namun, inkonsistensi pada laga-laga kunci membuat mereka gagal mengamankan tiket ke ajang bergengsi tingkat Asia tersebut. Meskipun sempat memiliki kans, Indonesia tak mampu mempertahankan momentum hingga akhir fase grup.
Kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi sepak bola Indonesia yang sebelumnya sempat optimistis dengan potensi generasi muda, mengingat prestasi gemilang mereka pada Piala Asia U-23 2024 lalu, di mana Timnas berhasil menembus semifinal. Kini realita menunjukkan penurunan performa yang signifikan.
Vietnam dan Thailand Justru Melaju Mulus
Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh dua negara ASEAN lain, yakni Vietnam dan Thailand. Timnas Vietnam berhasil melaju dengan mulus sebagai juara Grup C setelah mengumpulkan poin sempurna 9 dari tiga laga. Vietnam meraih kemenangan atas Yaman, Bangladesh, dan Singapura, memperlihatkan dominasi yang konsisten sepanjang kualifikasi.
Begitu pula dengan Thailand yang tampil kokoh di Grup F dengan 7 poin dari tiga pertandingan. Thailand memastikan tiket ke putaran final sebagai juara grup di atas lawan-lawan mereka. Pencapaian ini menunjukkan bahwa persiapan dan strategi yang diterapkan cukup efektif untuk mengamankan posisi puncak di grup mereka masing-masing.
Selain Vietnam dan Thailand, Australia juga menjadi wakil penting dari kawasan Asia Tenggara setelah keluar sebagai juara Grup D dengan raihan 7 poin. Ketiga negara ini sudah dikonfirmasi oleh AFF akan mewakili kawasan di Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi.
Dampak dan Tantangan ke Depan untuk Indonesia
Kegagalan Indonesia U-23 dalam babak kualifikasi menjadi refleksi kebutuhan perbaikan di berbagai aspek, mulai dari pengembangan pemain muda, strategi pelatih, hingga manajemen tim secara keseluruhan. Publik dan pengamat sepak bola berharap adanya evaluasi menyeluruh agar generasi penerus dapat kembali memberikan prestasi yang membanggakan.
Selain itu, persaingan di tingkat Asia semakin ketat dengan meningkatnya kualitas tim-tim dari Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Thailand yang kini semakin kuat dan konsisten. Indonesia harus menyiapkan langkah strategis agar tidak terus tertinggal dalam kompetisi internasional kelompok umur ini.
Menatap Agenda Selanjutnya
Meski harus rela absen dari Piala Asia U-23 2026, momentum ini dapat digunakan oleh PSSI dan pelatih untuk membenahi fondasi sepak bola usia muda nasional. Fokus pembinaan jangka panjang dan peningkatan kompetisi domestik di level usia muda menjadi kunci utama agar Timnas Indonesia U-23 dapat kembali bersaing di level Asia dan dunia.
Vietnam, Thailand, dan Australia yang sudah memastikan tiket ke putaran final akan menjadi wakil harapan Asia Tenggara di ajang ini. Penampilan mereka akan menjadi tolak ukur perkembangan sepak bola kawasan sekaligus tantangan bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk segera mengejar ketertinggalan di masa depan.




