China Masters 2025: Reza Langsung Tersingkir, Jauh dari Target Sabar

Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus mengubur harapan lebih tinggi di China Masters 2025 setelah tersingkir pada babak pertama. Mereka kalah dari pasangan Jepang, Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi, dengan skor 16-21 dan 20-22 pada pertandingan yang berlangsung Senin (15/9/2025). Kekalahan ini menjadi kekecewaan tersendiri mengingat target ambisius yang mereka pasang sebelum turnamen.

Pada China Masters 2024, Sabar/Reza berhasil menembus babak final dan harus puas sebagai runner-up. Tahun ini, mereka mengincar hasil yang lebih baik, bahkan menetapkan juara sebagai target utama. Namun kenyataan pahit muncul lebih cepat dari perkiraan. Kekalahan dari Hoki/Kobayashi membuktikan bahwa perjalanan mereka di turnamen ini harus berakhir lebih awal.

Momen Krusial yang Membalikkan Keadaan

Pertandingan pertama babak utama ini menampilkan ketatnya pertandingan antar kedua pasangan. Sabar/Reza sebenarnya sempat menguasai pertandingan dengan menciptakan peluang meraih game point pada gim kedua. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang tersebut akhirnya menjadi titik balik yang merugikan mereka. “Kami terlalu terburu-buru dan ada momen di mana seharusnya bisa menyudahi permainan malah mati sendiri,” ungkap Sabar dalam konferensi pers usai laga.

Kendati demikian, pasangan ganda putra ini tidak menimpakan seluruh kesalahan kepada lawan. Sabar mengakui bahwa kesalahan pada momen penentu telah mengubah arah pertandingan. Ketenangan dan pengambilan keputusan di situasi krusial menjadi faktor yang harus diperbaiki untuk menghindari kegagalan serupa di masa mendatang.

Evaluasi dari Sisi Nonteknis

Selain fokus pada aspek teknis permainan, Sabar menyoroti pentingnya evaluasi kondisi mental dan ketenangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi. “Kami harus evaluasi sisi nonteknisnya lagi terutama ketenangan. Selain itu, fokus dan kondisi juga harus lebih diperhatikan terutama saat masuk pekan kedua turnamen seperti ini,” tambahnya. Pernyataan ini menandakan bahwa keduanya menyadari bahwa performa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan teknik, melainkan mental yang stabil dalam menghadapi tekanan pertandingan.

Sementara itu, Moh Reza Pahlevi juga memberikan pandangannya terkait performa mereka selama pertandingan. Menurut Reza, kualitas permainan mereka tetap relatif sejajar dengan lawan. Namun, perbedaan utama terdapat pada pengendalian diri saat poin-poin kritis. “Secara permainan kami dan mereka kurang lebih sama dibandingkan minggu lalu. Namun, kami banyak mati sendiri dan kurang tenang pada poin-poin akhir hari ini,” ujarnya.

Dampak Terhadap Performa Indonesia di China Masters 2025

Tersingkirnya Sabar/Reza di babak pertama menjadi pukulan berat bagi Indonesia yang berharap prestasi lebih di China Masters 2025. Apalagi, China Masters merupakan ajang penting dalam kalender BWF World Tour yang menawarkan poin ranking dan hadiah tinggi. Hasil ini pula menunjukkan bahwa persaingan di kelas ganda putra semakin ketat, terutama dengan kehadiran pasangan-pasangan kuat dari Jepang dan negara lain.

Keberhasilan Sabar/Reza menembus final tahun lalu sempat membuka harapan besar bagi konsistensi prestasi Indonesia di sektor ganda putra. Namun, perjalanan musim ini menuntut evaluasi mendalam dan perbaikan menyeluruh untuk bisa bersaing di level tertinggi.

Catatan Perjalanan dan Harapan ke Depan

China Masters 2025 menjadi momentum bagi pasangan muda ini untuk belajar dari pengalaman pahit. Tersingkir dalam pertandingan sengit memberi pelajaran penting tentang manajemen tekanan dan pengambilan keputusan di lapangan. Rangkaian kompetisi berikutnya di turnamen-turnamen lain akan menjadi ujian bagi Sabar/Reza dalam membuktikan mental dan kualitas permainan mereka.

Pelatih dan tim pendukung diharapkan memberikan fokus lebih pada aspek psikologis dan strategi permainan agar pasangan ini dapat tampil konsisten dan melebihi pencapaian sebelumnya. Selain itu, dukungan dari PBSI dan penggemar juga menjadi energi positif penting untuk mengangkat motivasi mereka di turnamen mendatang.

Kegagalan di China Masters bukan akhir dari langkah Sabar/Reza, melainkan awal dari proses pembelajaran yang akan menentukan kualitas dan prestasi mereka ke depan. Dengan perbaikan menyeluruh dan pengalaman yang terus bertambah, pasangan ini diharapkan mampu kembali bersinar dan mengemban harapan Indonesia di level internasional.

Berita Terkait

Back to top button