Bintang Persija Jakarta, Jordi Amat, menyampaikan harapannya agar kondisi rumput di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, lebih baik dibandingkan dengan Jakarta International Stadium (JIS). Hal ini disampaikan menyusul rencana Persija yang akan menggunakan stadion tersebut sebagai markas sementara pada lanjutan Liga Super Indonesia musim 2025/2026.
Jordi Amat menyoroti penurunan kualitas lapangan di JIS setelah laga kandang terakhir Persija menghadapi Bali United pada pekan kelima, Minggu (14/9/2025). Menurutnya, kondisi rumput di stadion baru tersebut mengalami penurunan sejak pertandingan terakhir Persija melawan Malut United pada 23 Agustus 2025. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu menilai, keadaan lapangan menjadi kurang ideal untuk performa terbaik pemain.
“Selalu menyenangkan bermain di kandang sendiri, tapi saya pikir, lapangan masih kurang bagus,” ujar Jordi Amat kepada awak media termasuk suara.com. Ia menambahkan, “Anda juga bisa lihat, lapangannya tidak terlalu bagus.” Meski mengapresiasi usaha pengelola JIS dalam memperbaiki lapangan, Amat menilai upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan.
Penurunan kualitas rumput tersebut diduga dipengaruhi oleh jadwal padat dan kekhawatiran penggunaan JIS untuk berbagai acara lain, seperti konser. Sebagai contoh, stadion yang menjadi homebase Persija ini akan digunakan untuk konser NCT Dream pada 27 dan 28 September 2025, sehingga membutuhkan waktu pemulihan lapangan. Kondisi ini membuat Persija harus mencari alternatif sebagai tempat bermain kandang.
Dalam situasi tersebut, Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi dipilih sebagai venue sementara untuk pertandingan kandang Persija melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 4 Oktober 2025 dan PSBS Biak pada 31 Oktober 2025. Jordi Amat pun berharap kondisi lapangan di stadion tersebut lebih mendukung performa tim.
“Tidak, saya tidak tahu (kondisi Stadion Patriot), tetapi bagi kami, sangat penting lapangan Bekasi dalam kondisi baik,” ujar Jordi Amat lebih lanjut. Harapannya, dengan kondisi rumput yang lebih prima, Persija dan para Jakmania bisa lebih maksimal dalam menghadapi setiap pertandingan kandang.
Kondisi kualitas lapangan memang menjadi perhatian krusial dalam kompetisi sepak bola profesional. Lapangan yang baik tidak hanya mendukung kecepatan dan teknik permainan, tetapi juga mengurangi risiko cedera pemain. Penilaian Jordi Amat tersebut mencerminkan kebutuhan teknis yang harus dipenuhi pengelola stadion agar pertandingan dapat berjalan optimal dan nyaman bagi semua pihak.
Terlebih, dengan jadwal yang padat dan berbagai event yang digelar di stadion utama seperti JIS, penting bagi klub untuk memiliki alternatif venue yang mampu menjaga kualitas performa dan kenyamanan tim. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola stadion maupun klub dalam mempersiapkan fasilitas pendukung.
Persija sendiri telah memperlihatkan performa kompetitif pada Liga Super Indonesia musim ini. Namun, tantangan soal kondisi fisik lapangan menjadi faktor eksternal yang bisa memengaruhi hasil pertandingan dan kesempatan klub meraih poin maksimal. Oleh karena itu, perhatian dan evaluasi berkelanjutan terkait kualitas rumput dan perawatan lapangan menjadi agenda utama baik bagi manajemen Persija dan pengelola stadion.
Pengalaman bermain di berbagai stadion dengan kondisi beragam memberikan pelajaran penting bagi pemain dan pelatih dalam melakukan adaptasi. Dukungan yang optimal dari sisi fasilitas diharapkan bisa mengoptimalkan kualitas permainan, sehingga dapat juga meningkatkan kenyamanan dan antusiasme penonton di masing-masing venue pertandingan.
Semua hal tersebut menggambarkan kompleksitas pengelolaan stadion dalam menunjang prestasi olahraga, sekaligus dinamisnya persiapan tim dalam menghadapi musim kompetisi yang panjang dan penuh tantangan. Pemantauan terus-menerus terhadap kondisi rumput dan lapangan akan membantu menjaga standar pertandingan tetap tinggi demi kepuasan klub serta penonton di Liga Super Indonesia.




