Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, memprediksi pertandingan melawan Belanda pada laga kedua AQUA Futsal Four Nations Cup 2025 bakal berjalan sangat ketat. Pernyataan ini disampaikan menyusul performa Belanda yang dinilai bakal meningkat setelah mengalami penyesuaian lapangan selama pertandingan pertama.
Pada laga pembuka, Indonesia sukses meraih kemenangan impresif 7-1 atas Tanzania pada Kamis (18/9), sementara Belanda justru harus menerima kekalahan tipis 2-3 dari Latvia. Souto menegaskan, hasil buruk itu tidak menggambarkan kemampuan sesungguhnya dari tim Belanda. "Saya pikir hari ini mereka tidak tampil terbaik karena mereka beradaptasi dengan lapangan selama pertandingan. Saya yakin mereka akan bermain jauh lebih baik," ujarnya usai pertandingan.
Belanda memang dikenal sebagai kekuatan futsal yang patut diperhitungkan. Tim yang diasuh oleh pelatih Miguel Moreno itu sudah lima kali mengikuti kejuaraan Piala Dunia Futsal, dengan penampilan terakhir pada 2024 hingga babak 16 besar. Hal ini menjadi pertanda bahwa kualitas permainan mereka tidak bisa diremehkan.
Souto memaparkan karakter permainan Belanda yang mengandalkan sistem pivot dengan pemain-pemain berfisik kuat. "Mereka bermain sepak bola yang sangat bagus dengan sistem pivot yang jelas. Mereka memiliki dua pivot besar yang sering digunakan dan pemain-pemain bagus dalam situasi satu lawan satu," tambahnya. Faktor fisik tim lawan juga menjadi salah satu perhatian khusus pelatih asal Spanyol ini. "Secara fisik mereka lebih kuat daripada kami, itu jelas," kata Souto.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Sianipar, mengingatkan tim Garuda untuk tidak menganggap remeh lawan meskipun Belanda mengalami kekalahan pada pertandingan pertama. Michael menegaskan bahwa persiapan matang sudah dilakukan untuk menghadapi Belanda. "Kami tidak mau anggap remeh. Saya yakin para pemain sudah mempersiapkan yang terbaik untuk melawan Belanda," papar Michael.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laga Indonesia vs Belanda
- Adaptasi Lapangan: Sebagaimana diungkap oleh Souto, adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi hal krusial, terutama bagi Belanda yang belum tampil maksimal pada laga pertama.
- Kekuatan Fisik Lawan: Dominasi fisik dari pemain Belanda menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang harus diantisipasi, terutama dalam duel satu lawan satu dan ketika menghadapi pivot lawan.
- Pengalaman Internasional: Rekam jejak Belanda di Piala Dunia Futsal menunjukkan bahwa mereka memiliki pengalaman bertanding di level tinggi, sekaligus menambah tekanan sekaligus pembelajaran bagi timnas Indonesia.
- Mental dan Persiapan Timnas Indonesia: Ada semangat tinggi dari skuad Garuda yang diperkuat oleh kemenangan telak atas Tanzania serta dukungan penuh dari Federasi Futsal Indonesia.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di GBK Basketball Hall, Jakarta, pada Sabtu (20/9) pukul 18.30 WIB ini menjadi momen penting bagi timnas futsal Indonesia untuk membuktikan kemampuan melawan tim berpengalaman seperti Belanda. Laga ini juga akan menjadi ujian strategi pelatih Hector Souto dalam menghadapi permainan dinamis dan bertipe fisik dari lawan.
Secara keseluruhan, pertemuan Indonesia dan Belanda diperkirakan menjadi tontonan menarik bagi penggemar futsal Tanah Air yang menantikan kiprah timnas di kancah internasional. Selain mempertajam kemampuan teknis dan taktis, laga ini juga penting untuk meningkatkan daya tahan mental pemain dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Peluang Indonesia meraih hasil positif bisa semakin terbuka jika mereka mampu mengelola tekanan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Kesiapan fisik dan taktikal tim menjadi kunci utama dalam menghadapi pertarungan sengit ini. Dengan dukungan penuh dari suporter, pertandingan ini juga bakal menjadi arena pembuktian kualitas futsal Indonesia di hadapan lawan yang memiliki pengalaman dunia.




