
AS Roma berhasil mengungguli Lazio dengan skor tipis 1-0 dalam laga derby della Capitale yang berlangsung pada Minggu, 21 September. Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak oleh kapten Giallorossi, Lorenzo Pellegrini, yang menjadi penentu kemenangan timnya di laga yang penuh tensi dan persaingan sengit tersebut.
Dominasi Roma Sejak Awal Pertandingan
Roma mengawal pertandingan dengan penguasaan bola yang dominan sejak peluit pertama berbunyi. Giallorossi mengandalkan serangan cepat dari sisi sayap untuk menekan lini pertahanan Lazio yang harus bekerja ekstra keras untuk merebut kembali bola. Meski demikian, peluang-peluang yang tercipta di sepanjang babak pertama belum mampu dimaksimalkan secara efektif oleh kedua tim.
Tekanan yang dilakukan Roma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38. Berawal dari pergerakan agresif Matias Soule yang merebut bola dari kaki Nuno Tavares, Soule dengan cepat melepas umpan pendek kepada Lorenzo Pellegrini. Dengan ketenangan dan ketepatan eksekusi, Pellegrini berhasil membobol gawang Ivan Provedel, kiper Lazio, dan membawa Roma unggul 1-0.
Peluang Emas dan Respons Lazio
Setelah gol pembuka, Roma nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-41. Soule mendapat kesempatan tendangan bebas yang berpotensi berbahaya, namun tembakannya masih mampu ditepis oleh Provedel. Biancocelesti mencoba melakukan respon terhadap tekanan Roma, tetapi lini depan mereka kesulitan membongkar pertahanan yang tertata rapat.
Di masa injury time babak pertama, Roma kembali mengancam melalui aksi Devyn Rensch yang mengirimkan umpan tarik ke arah Pellegrini. Meski peluang ini terbuka lebar, tendangan Pellegrini terlalu melemah dan memudahkan Provedel untuk melakukan penyelamatan krusial. Skor 1-0 untuk keunggulan Roma bertahan hingga turun minum.
Susunan Pemain dan Strategi yang Diterapkan
Skuad AS Roma di bawah arahan pelatih mereka mengandalkan formasi yang solid dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman. Susunan pemain yang diturunkan adalah: Svilar sebagai kiper, pertahanan yang terdiri dari Celik, Mancini, Ndicka, serta lini tengah yang diisi oleh Rensch, Kone, Cristante, dan Angelino. Peran penyerang diisi oleh Pellegrini, Soule, dan Ferguson.
Sementara itu, Lazio mengusung formasi dengan Provedel sebagai penjaga gawang, didukung bek Marusic, Gila, Romagnoli, dan Tavares. Gelandang Guendouzi, Rovella, Dele-Bashiru (digantikan Belahyane pada menit ke-14), serta Pedro, Dia, dan Zaccagni menjadi tumpuan dalam upaya menekan pertahanan Roma.
Pantauan dan Tekanan Berkelanjutan
Selama babak pertama, dominasi Roma dalam penguasaan bola dan tekanan dinilai cukup efektif untuk mengendalikan ritme permainan. Namun, upaya menciptakan peluang tambahan sering kali terhambat oleh penyelamatan kiper Lazio dan pertahanan yang disiplin. Tim asuhan Mourinho diharapkan memanfaatkan keunggulan ini lebih maksimal pada babak kedua.
Pertandingan derby della Capitale ini menampilkan rivalitas sengit antara Giallorossi dan Biancocelesti, dua klub besar yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah sepak bola Italia. Kemenangan ini sangat berarti bagi Roma untuk mengukuhkan posisi mereka di klasemen dan meningkatkan momentum dalam lanjutan Liga Serie A.
Data Penting Pertandingan
- Tanggal: 21 September
- Skor akhir: Roma 1 – 0 Lazio
- Gol: Lorenzo Pellegrini (menit ke-38)
- Kiper terbaik pada laga ini: Ivan Provedel (Lazio), beberapa kali melakukan penyelamatan penting
- Pemain kunci: Lorenzo Pellegrini (Roma), Matias Soule (Roma)
Lanjutan pertandingan ini akan menjadi momen penting bagi kedua tim untuk merebut posisi strategis dalam kompetisi musim ini. AS Roma dengan kemenangan pada derby ini menunjukkan performa bertahan tangguh sekaligus potensi serangan cepat yang efektif. Sementara itu, Lazio perlu melakukan evaluasi guna memperbaiki efektivitas lini depan dan menjaga ketat pertahanan menghadapi tekanan tinggi.




