Klub sepakbola Israel, Maccabi Tel Aviv, resmi dilarang memasuki Kota Amsterdam, Belanda, menyusul tindakan kontroversial sebagian pendukungnya yang secara terang-terangan mendukung genosida. Larangan ini diumumkan oleh Dewan Kota Amsterdam pekan lalu sebagai respon terhadap perilaku rasis dan ekstremis dari suporter klub tersebut.
Pemimpin faksi partai sayap kiri Denk, Sheher Khan, menegaskan bahwa dukungan pendukung Maccabi terhadap tindakan genosida sudah melewati batas toleransi. Dalam pernyataannya yang dikutip dari media Haaretz dan De Telegraaf, Khan meminta agar langkah tersebut bukan hanya berlaku di Amsterdam, tetapi lebih jauh dengan mengusir semua klub Israel dari kompetisi sepakbola Eropa. Pernyataan ini mencontohkan sanksi keras yang pernah diberikan kepada klub-klub sepakbola Rusia.
Sebagai tindak lanjut, surat resmi akan segera dikirimkan kepada Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) dan Komite Olahraga Belanda guna memastikan larangan tersebut berlaku secara permanen dan menjadi preseden dalam pengelolaan klub-klub asal Israel di Belanda.
Meski menghadapi larangan tersebut, Maccabi Tel Aviv tetap dijadwalkan untuk melakoni laga perdana babak grup Liga Europa 2025-2026 melawan PAOK Thessaloniki yang berlangsung di Yunani. Selain itu, mereka akan menghadapi lawan berat seperti Aston Villa dari Inggris, Olympique Lyon dari Prancis, VfB Stuttgart dari Jerman, dan Dinamo Zagreb dari Kroasia.
Kelakuan pendukung Maccabi di Amsterdam sendiri sudah menjadi catatan buruk. Pada November 2024, saat klub itu bertanding menghadapi Ajax Amsterdam di Liga Europa, ratusan pendukungnya menjadi sasaran serangan dari para fans pro-Palestina. Insiden tersebut berakibat pada penangkapan 122 orang, sementara 86 lainnya dilaporkan masih buron. Kejadian ini memperburuk hubungan yang sudah tegang antara suporter kedua belah pihak.
Ketegangan pada sepakbola Israel semakin meningkat akibat eskalasi serangan militer Israel ke Doha, Qatar, belum lama ini. Aksi militer ini menimbulkan gelombang protes internasional yang memicu desakan kuat agar tim nasional maupun klub Israel dikeluarkan dari kompetisi yang diselenggarakan UEFA dan FIFA.
Untuk menguraikan tekanan yang dialami oleh sepakbola Israel, berikut adalah beberapa fakta utama:
1. Dewan Kota Amsterdam melarang Maccabi Tel Aviv memasuki kota karena dukungan suporter terhadap genosida.
2. Pemimpin partai Denk mendukung pengusiran klub-klub Israel dari semua kompetisi Eropa.
3. Surat resmi akan dikirimkan kepada federasi sepakbola dan komite olahraga Belanda guna menegakkan larangan.
4. Maccabi Tel Aviv masih akan melanjutkan laga Liga Europa di luar Belanda sesuai jadwal.
5. Insiden pada November 2024 di Amsterdam menambah catatan negatif klub dan suporter Maccabi.
6. Ketegangan meningkat seiring konflik militer Israel di Doha, memicu tuntutan pemboikotan sepakbola Israel secara internasional.
Situasi ini mencerminkan bagaimana dinamika politik dan konflik internasional ikut mengintervensi ruang olahraga, khususnya sepakbola. Pengambil kebijakan di Eropa, khususnya Belanda, menunjukkan sikap tegas terhadap perilaku yang dianggap intoleran dan memprovokasi.
Langkah Dewan Kota Amsterdam menjadi contoh nyata penggunaan instrumen politik lokal dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia olahraga. Selain itu, potensi pengusiran klub-klub Israel dari kompetisi Eropa dapat berdampak signifikan terhadap masa depan sepakbola Israel di kancah internasional.
Perkembangan ini tentunya akan terus menjadi perhatian para pengamat olahraga dan politik. Para pemangku kepentingan di dunia sepakbola seperti UEFA dan FIFA juga diperkirakan akan menghadapi tekanan publik untuk memberikan tanggapan dan kebijakan yang berimbang terkait isu ini.
Dengan demikian, sikap tegas yang diambil Belanda terhadap Maccabi Tel Aviv menunjukkan bagian dari upaya global untuk menolak segala bentuk dukungan atas genosida dan kekerasan melalui sarana olahraga, sekaligus menuntut tanggung jawab moral dari klub dan suporter dalam menjaga sportivitas dan nilai-nilai kemanusiaan.




