La Liga kembali menerima tekanan untuk menyelidiki insiden rasisme yang menimpa Marcus Rashford saat laga antara Barcelona melawan Real Oviedo. Dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Carlos Tartiere, fans Real Oviedo dilaporkan mengumandangkan chant bernada rasis yang ditujukan kepada Rashford saat pemain tersebut bersiap mengambil tendangan sudut. Momen ini terekam jelas dan viral di media sosial, memicu kontroversi di kalangan pecinta sepak bola.
Kasus rasisme terhadap Rashford ini datang di tengah upaya Barcelona merekrut dan mengintegrasikan pemainnya di kompetisi La Liga, sekaligus memperluas catatan buruk terkait perlakuan diskriminatif yang masih kerap muncul di liga terbesar Spanyol tersebut. Rashford sendiri belum juga mencetak gol pertamanya untuk Barcelona di La Liga, dan insiden ini menambah beban mental yang harus dihadapinya dalam proses adaptasi bersama klub barunya.
Rasisme: Masalah Berulang di La Liga
Fenomena rasisme bukan hal baru dalam sepak bola Spanyol. Sepanjang beberapa musim terakhir, sejumlah pemain terutama Vinicius Junior dari Real Madrid kerap menjadi sasaran chant dan hinaan bernuansa diskriminatif. Insiden semacam ini sempat menimbulkan sorotan tajam dari media internasional dan menimbulkan tekanan besar terhadap otoritas La Liga untuk bertindak tegas.
Vinicius Junior mendapat banyak pujian atas keberaniannya secara terbuka mengkritik dan menuntut tindakan keras terhadap pelaku rasisme, termasuk penegakan hukum. Beberapa kasus di mana pengganggu tersebut berhasil diidentifikasi telah berujung pada sanksi berat, seperti denda, larangan masuk stadion bahkan hukuman penjara. Namun, praktik ini dinilai belum sepenuhnya efektif menghentikan rantai kejadian serupa.
Protokol La Liga Ditinjau Kembali
Menurut kebijakan resmi La Liga, setiap kali chant bernada rasis terdengar dari penonton, akan dikeluarkan peringatan melalui pengeras suara stadion untuk menghentikan aksi tersebut. Setelahnya, upaya identifikasi pelaku dilakukan agar mereka bisa dikeluarkan secara langsung dari area pertandingan. Meski demikian, dalam kasus yang melibatkan Rashford, langkah ini dinilai gagal dijalankan secara optimal.
Laporan menyebutkan bahwa penyelidikan kini tengah dipersiapkan oleh pihak La Liga. Mereka berniat meminta rekaman dari tribun tempat sumber chant berasal serta mendapat keterangan resmi dari otoritas keamanan stadion dan kepolisian lokal. Proses ini diharapkan dapat membantu mengungkap pelaku dengan jelas.
Desakan untuk Sikap Tegas dan Konsisten
Kejadian terbaru ini kembali menimbulkan seruan dari berbagai kalangan agar La Liga menunjukkan komitmen kuat melawan rasisme. Para pemerhati sepak bola menilai tanpa tindakan nyata yang tegas dan konsisten, insiden diskriminasi rasial akan terus berulang dan menggerogoti citra liga sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Tercatat, insiden chant rasis oleh fans Real Oviedo ini kemungkinan akan menambah daftar panjang rekam jejak diskriminasi di sepak bola Spanyol. Jadi ujian besar bagi otoritas La Liga dalam menegakkan aturan dan memastikan suasana kompetisi yang sehat dan inklusif bagi semua pemain dan penggemar.
Dalam beberapa hari ke depan, hasil investigasi resmi diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus langkah tindak lanjut yang tepat demi pencegahan kasus serupa di masa depan. Insiden yang melibatkan bintang Inggris Marcus Rashford ini mengingatkan kembali bahwa rasisme masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam dunia olahraga profesional, terutama sepak bola di level elite.




