Balapan Moto3 Mandalika 2025 yang digelar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, terpaksa dihentikan pada lap ke-18 dari total 20 putaran akibat kecelakaan yang dialami pembalap asal Spanyol, Adrian Fernandez, Minggu (5/10/2025). Insiden tersebut memicu pengibaran bendera merah sebagai tanda balapan dihentikan demi keselamatan semua pembalap dan kru di lintasan.
Kronologi Kecelakaan dan Penghentian Balapan
Kecelakaan terjadi saat balapan memasuki dua lap terakhir. Adrian Fernandez, yang memimpin dengan waktu 29 menit 28 detik, terjatuh pada salah satu tikungan cepat. Kondisi ini langsung membuat marshal dan petugas medis turun ke lintasan untuk memberikan pertolongan. Berdasarkan data resmi MotoGP Timing, saat insiden berlangsung, posisi teratas dipegang oleh Fernandez, diikuti Jose Rueda dari tim Red Bull KTM Ajo pada posisi kedua dan David Muñoz Quiles dari CFMoto Gaviota Aspar Team di posisi ketiga.
Setelah insiden, bendera merah dikibarkan untuk menghentikan lomba secara sementara. Semua pembalap diarahkan kembali ke pit lane sambil menunggu keputusan final dari race direction. Hingga berita ini ditulis, pihak Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports belum mengonfirmasi apakah balapan akan dilanjutkan atau hasil dihitung berdasarkan posisi saat red flag dikibarkan.
Regulasi dan Peluang Fernandez
Sesuai dengan regulasi FIM Grand Prix, bila balapan dihentikan setelah melewati 75 persen jarak total lomba, hasil sementara dapat dijadikan hasil akhir. Dengan 18 lap dari 20 lap yang telah dilalui, Adrian Fernandez memiliki peluang kuat untuk dinobatkan sebagai pemenang Moto3 Mandalika 2025 apabila keputusan tersebut disahkan oleh race director.
Suasana di Sirkuit dan Penanganan Medis
Kejadian ini menimbulkan ketegangan di area paddock maupun tribun penonton yang penuh sesak oleh ribuan penonton. Petugas medis langsung melakukan evakuasi terhadap Fernandez ke pusat medis sirkuit untuk diperiksa lebih lanjut. Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai kondisi kesehatan Fernandez dari tim Leopard Racing yang membesutnya.
Performa Adrian Fernandez Sebelum Insiden
Sebelum kecelakaan, Adrian Fernandez menunjukkan performa dominan sejak awal balapan. Ia mampu memimpin hampir sepanjang lomba dengan kecepatan rata-rata melebihi 217 km/jam, unggul tipis di depan Jose Rueda dan David Muñoz Quiles. Posisi keempat ditempati oleh Lorenzo Lunetta (SIC58 Squadra Corse), dan Giacomo Pini (Liqui Moly Dynavolt IntactGP) berada di posisi kelima.
Pembalap Indonesia dan Keselamatan sebagai Prioritas
Dua pembalap Indonesia, Rafid Topan Aditama dan Rakha Bima, turut ambil bagian di kelas Moto3 Mandalika, meski belum berhasil menembus 10 besar. Penyelenggara MotoGP Indonesia menegaskan bahwa keselamatan pembalap adalah prioritas utama dalam setiap balapan. Seorang ofisial MGPA yang berada di area paddock mengatakan, “Begitu insiden terjadi, race control langsung memutuskan menghentikan balapan guna menjamin keamanan semua pihak.”
Keputusan Resmi dan Perkembangan Terbaru
Hingga saat ini, para petugas dan penyelenggara masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk Adrian Fernandez serta keputusan resmi dari race direction terkait klasemen akhir balapan Moto3 Mandalika 2025. Keputusan ini akan menentukan kelanjutan hasil balapan serta dampaknya bagi klasemen musim ini.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat betapa tinggi risiko yang dihadapi pembalap di setiap balapan motor grand prix. Meskipun didukung teknologi dan standar keselamatan tinggi, kecelakaan tetap dapat terjadi secara tiba-tiba. Panitia dan tim medis siap memberikan tanggapan cepat demi mengutamakan keselamatan.
Moto3 Mandalika 2025 menyisakan cerita penting mengenai keberanian dan risiko yang melekat pada olahraga balap motor, sekaligus menegaskan komitmen penyelenggara dalam menjaga keamanan para pembalap dan semua pihak terkait.
Source: www.beritasatu.com




