Kala Pemain Real Betis Bellein Pilih Bersepeda ke Latihan dan Hobi Barang Bekas

Pemain Real Betis, Hector Bellerin, menonjol dari kebanyakan atlet profesional dengan pilihannya yang sederhana dan ramah lingkungan dalam menjalani kesehariannya. Alih-alih menggunakan mobil mewah layaknya banyak pemain sepak bola papan atas, Bellerin memilih bersepeda ke tempat latihan dan memanfaatkan transportasi umum sebagai bagian dari komitmennya terhadap gaya hidup berkelanjutan.

Langkah Bellerin ini tidak hanya sekadar soal menghindari kemewahan, tetapi juga sebagai bentuk kampanye nyata untuk mengurangi jejak karbon. “Akan lebih mudah naik taksi. Saya tahu saya beruntung, tetapi kita membutuhkan kota yang lebih hijau, dengan lebih sedikit mobil,” ujarnya saat menerima penghargaan BBC Green Sport Awards sebagai juara dunia di bidang lingkungan. Sikapnya yang konsisten ini memperlihatkan bahwa ia menggunakan pengaruhnya sebagai atlet untuk mendorong kesadaran sosial dan lingkungan.

Bellerin yang berusia 30 tahun ini bukan sekadar atlet biasa. Dia secara aktif mengedukasi para pengikutnya di media sosial mengenai dampak negatif perubahan iklim terhadap olahraga dan mengajak mereka menjadi konsumen yang lebih etis. Hal ini sejalan dengan gaya hidupnya yang telah lama ia jalani, yakni menjadi vegan dan memilih membeli pakaian dari toko barang bekas.

Dalam sebuah pernyataan, Bellerin menyebutkan, “Ini tentang memberi kehidupan yang baik pada apa yang Anda konsumsi, dan setelah selesai, memberinya kehidupan baru. Kita terus-menerus dibombardir oleh iklan yang menciptakan rasa kebutuhan yang salah.” Pandangan ini mencerminkan kesadaran kritis terhadap konsumerisme berlebihan yang marak dalam masyarakat modern.

Sejak bergabung dengan akademi Arsenal pada usia 16 tahun, Bellerin sudah mulai membentuk nilai-nilai positif berkat bimbingan manajer Arsene Wenger. Ia mengaku bahwa fokus bukan hanya pada kata keberlanjutan yang seringkali disalahpahami, melainkan pada cara hidup yang holistik yang mencakup seluruh aspek keberlanjutan. Sikapnya yang lebih suka berdiskusi serius daripada menggurui membuat pesan-pesan hijau yang ia sampaikan lebih mudah diterima.

Kepindahannya ke Real Betis juga sejalan dengan visi dan misi pribadinya. Klub tersebut memiliki program Forever Green Foundation yang berusaha mengangkat berbagai inisiatif ramah lingkungan dalam sepak bola. Bellerin mengapresiasi usaha Betis dalam mewujudkan konsep keberlanjutan, mulai dari penggunaan seragam yang terbuat dari alga, bubur kayu, dan plastik daur ulang, hingga pemanfaatan jaring ikan bekas untuk konstruksi kursi di tribun stadion.

Ia pernah menyatakan, “Betis bukan sekadar klub sepak bola. Betis adalah ruang di mana orang-orang dapat berkembang, mendapatkan dukungan, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Menjadi bagian dari itu semua sungguh luar biasa.” Pernyataan ini menunjukkan bagaimana klub dan pemainnya memiliki visi yang melampaui sekadar prestasi di lapangan hijau.

Pilihan Bellerin untuk bersepeda ke tempat latihan juga menjadi contoh nyata bagi publik dan sesama atlet tentang bagaimana mengintegrasikan prinsip hidup ramah lingkungan dalam keseharian. Selain memberikan manfaat untuk kesehatan, bersepeda juga mengurangi polusi udara, kemacetan, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pilihan sederhana ini memberikan inspirasi bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil.

Secara umum, gaya hidup Bellerin memberi gambaran bagaimana seorang atlet profesional dapat berperan sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan. Kombinasi antara aktifitas di dunia olahraga, kesadaran terhadap dampak perubahan iklim, serta gaya hidup berkelanjutan yang ia jalani menunjukkan konsistensi dan integritas yang kuat.

Dalam konteks sepak bola modern yang kerap diwarnai gemerlap kemewahan, tantangan Bellerin untuk tetap rendah hati dan mempromosikan keberlanjutan menjadi hal yang patut diapresiasi. Ia membuktikan bahwa dengan kesadaran dan komitmen, para pemain dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi olahraga, tapi juga bagi planet yang kita huni bersama.

Source: bola.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button